Tahun baru Imlek merupakan momen yang paling dinanti masyarakat Tionghoa setiap memasuki awal tahun. Tahun baru Imlek selalu jatuh di tanggal berbeda pada rentang bulan Januari hingga Februari. Lantas, apa alasannya?
Sebagai contoh, tahun baru Imlek 2026 diperingati pada 17 Februari. Sementara itu, pada tahun sebelumnya, Imlek dirayakan pada 29 Januari 2025. Perbedaan tanggal perayaan Imlek dari tahun ke tahun ini kerap menimbulkan pertanyaan, termasuk faktor apa yang mempengaruhi perubahan penanggalannya.
Penanggalan Berdasarkan Kalender Lunar
Mengacu pada buku Imlek karya Andarini, perhitungan penanggalan Imlek pada awalnya didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi. Sistem ini dikenal sebagai kalender Lunar dan telah digunakan sejak ribuan tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penetapan kalender Lunar bukan tanpa alasan, karena berfungsi sebagai pedoman bagi para petani dalam menentukan waktu bercocok tanam, khususnya pada akhir musim dingin dan awal musim semi. Dalam kalender Lunar, panjang setiap bulan tidak selalu sama.
Mengutip laman China Highlights, terdapat bulan yang berusia 29 hari atau dikenal sebagai bulan kecil, serta bulan dengan 30 hari yang disebut bulan besar. Dengan perhitungan tersebut, satu tahun Lunar yang terdiri dari 12 bulan hanya memiliki 354 hari, lebih pendek dibandingkan kalender Masehi yang berjumlah 365 hari.
Agar penanggalan Lunar tetap selaras dengan peredaran matahari, kalender Tionghoa mengenal sistem bulan kabisat atau Lun Gwee. Sistem ini dilakukan dengan menyisipkan satu bulan tambahan setiap dua hingga tiga tahun sekali.
Dengan begitu, dalam satu tahun tertentu jumlah bulannya bisa menjadi 13. Penambahan bulan kabisat inilah yang menyebabkan tanggal tahun baru Imlek selalu berubah setiap tahunnya.
Peran Pergerakan Matahari dalam Penentuan Imlek
Selain berpatokan pada fase bulan, kalender Tionghoa juga mempertimbangkan pergerakan matahari agar penanggalan tetap selaras dengan perubahan musim. Dalam sistem ini, satu tahun dibagi ke dalam 24 fase yang dikenal sebagai Chi atau Qi, yang menandai perubahan cuaca dan siklus alam sepanjang tahun.
Pembagian fase tersebut merujuk pada waktu yang dibutuhkan matahari untuk bergerak setiap 15 derajat di bidang ekliptik atau lintasan semu tahunan matahari. Penyesuaian antara perhitungan bulan dan matahari inilah yang menyebabkan tanggal tahun baru Imlek dapat bergeser dalam rentang tertentu, yakni sekitar 15 hari sebelum hingga 15 hari setelah awal Februari dalam satu siklus 19 tahunan.
(ihc/irb)











































