Kisah Makam Mbah Sumbo di Pesisir Utara Surabaya

Kisah Makam Mbah Sumbo di Pesisir Utara Surabaya

Muhammad Faishal Haq - detikJatim
Minggu, 28 Des 2025 01:00 WIB
Kisah Makam Mbah Sumbo di Pesisir Utara Surabaya
Makam Syekh Umar Sumbawa (Mbah Sumbo). Foto: Muhammad Faishal Haq/detikJatim
Surabaya -

Di kawasan utara Surabaya, tepatnya di sekitar Benteng Kedung Cowek, terdapat makam Syekh Umar Sumbawa yang dikenal warga sebagai Mbah Sumbo. Makam ini berada di tengah area yang lekat dengan sejarah militer dan menjadi salah satu situs yang masih sering diziarahi hingga kini.

Lokasinya berada di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya. Kisah Syekh Umar Sumbawa bukan sekadar tentang sebuah makam tua, melainkan bagian dari cerita sejarah dan kepercayaan masyarakat yang berkembang di sekitarnya.

Asal-usul Makam Mbah Sumbo

Dikutip dari akun Instagram @lovesuroboyo, kisah ini bermula sekitar tahun 1880-an, ketika warga pesisir Kedung Cowek menemukan sesosok jasad tak dikenal terdampar di tepi pantai. Karena tidak mengetahui identitasnya, warga sempat melarung jasad tersebut kembali ke laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, jasad itu kembali terdampar di lokasi yang sama. Peristiwa serupa terjadi hingga tiga kali, meski warga belum sempat kembali ke daratan. Kejadian ini kemudian memunculkan cerita yang berkembang di tengah masyarakat setempat.

Makam Syekh Umar Sumbawa terletak berdampingan dengan makam K.H. Hasbullah, di dalam sebuah bangunan sederhana yang menyatu dengan musala, tepat di selatan Benteng Kedung Cowek.Makam Syekh Umar Sumbawa terletak berdampingan dengan makam K.H. Hasbullah Foto: Muhammad Faishal Haq/ detikjatim

Kisah tersebut kemudian sampai kepada KH Hasbullah, seorang ulama di kawasan Nambangan yang dikenal sebagai santri Syaikhona Kholil Bangkalan. Berdasarkan penuturan yang dilansir dari laman Dispusip Surabaya, KH Hasbullah menyampaikan bahwa jasad tersebut diyakini merupakan Syekh Umar.

ADVERTISEMENT

Syekh Umar adalah seorang saudagar sekaligus pendakwah asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Menurut cerita yang berkembang, Syekh Umar wafat akibat dibunuh dan jasadnya dibuang ke laut, sebelum akhirnya terdampar di pesisir Surabaya.

Makam Syekh Umar Sumbawa terletak berdampingan dengan makam K.H. Hasbullah, di dalam sebuah bangunan sederhana yang menyatu dengan musala, tepat di selatan Benteng Kedung Cowek.Musala yang menyatu dengan makam Syekh Umar Sumbawa tepat di selatan Benteng Kedung Cowek. Foto: Muhammad Faishal Haq/ detikjatim

Atas arahan K H Hasbullah, warga nelayan setempat kemudian memakamkan Syekh Umar di lokasi tersebut. Kini, makam tersebut berada berdampingan dengan makam KH Hasbullah, di dalam bangunan sederhana yang menyatu dengan musala, tepat di sisi selatan Benteng Kedung Cowek.

Makam Mbah Sumbo masih menjadi bagian dari kehidupan spiritual masyarakat pesisir Surabaya hingga saat ini. Setiap bulan Safar dalam kalender Hijriah, warga menggelar Haul Mbah Sumbo yang berlangsung selama tiga hari dan diikuti peziarah dari berbagai daerah.

Keberadaan makam ini tidak hanya menjadi penanda sejarah lokal, tetapi mencerminkan kuatnya tradisi keagamaan yang tumbuh di kawasan pesisir utara Surabaya. Di tengah perkembangan kota, Makam Mbah Sumbo tetap terawat dan terus diziarahi, menyimpan kisah yang hidup dalam ingatan masyarakat Kedung Cowek.




(ihc/irb)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads