- Film Horor Korea 1. The Wailing (곑μ±) (2016) 2. Svaha: The Sixth Finger (μ¬λ°ν) (2019) 3. Warning: Do Not Play (μμ ) (2019) 4. The Call (μ½) (2020) 5. Guimoon: The Lightless Door (2021) 6. The Anchor (2022) 7. Seoul Ghost Story (Seoulgoedam, 2022) 8. Sleep (μ , 2023) 9. Exhuma (2024) 10. The Cursed (κ·μ) (2025)
Akhir pekan telah tiba, dan ini adalah momen yang pas untuk bersantai setelah sepekan penuh aktivitas. Namun, bagi sebagian besar detikers, bersantai tidak melulu soal istirahat, melainkan mencari sensasi ketegangan yang memacu adrenalin bersama orang-orang terdekat.
Salah satu cara termudah untuk menciptakan suasana mencekam tersebut adalah dengan maraton film horor. Dan, jika bosan dengan film-film horor Hollywood yang klise, sinema dari Korea Selatan menawarkan teror yang lebih segar dan plot yang mendalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Film Horor Korea
Tahun ini, perfilman Korea Selatan kembali menghadirkan sederet judul horor berkualitas yang siap menemani malam libur Anda. Dari horor spiritual, psikologis, hingga zombie yang berlari kencang, berikut adalah rekomendasi film horor Korea terbaik yang dijamin membuat weekend Anda sulit terlupakan!
1. The Wailing (곑μ±) (2016)
Meskipun rilis sebelum 2020, film ini wajib dimasukkan karena dianggap sebagai salah satu mahakarya horor-misteri Korea yang paling berpengaruh. The Wailing (Gokseong, 2016) adalah mahakarya horor-misteri Korea Selatan yang disutradarai Na Hong-jin, berlatar di desa terpencil bernama Gokseong.
Film ini menceritakan tentang Jong-Goo (Kwak Do-won), seorang polisi lokal yang canggung, yang bertugas menyelidiki serangkaian pembunuhan keji dan penyakit misterius yang tiba-tiba melanda desa damai tersebut.
Kasus-kasus ini dikaitkan dengan kedatangan pria Jepang misterius, Jun Kunimura, yang tinggal di pegunungan, yang segera dicap sebagai iblis pembawa malapetaka. Pergulatan Jong-Goo mencari kebenaran semakin mendesak ketika putrinya sendiri, Hyo-jin, menunjukkan gejala kerasukan yang sama.
Dalam keputusasaan, ia meminta bantuan seorang dukun karismatik, Il-Gwang (Hwang Jung-min), dan berinteraksi dengan Moo-Myeong (Chun Woo-hee), seorang wanita misterius berbaju putih yang memperingatkannya.
Film ini dikenal karena durasinya yang panjang namun intens, yaitu 156 menit, mencampurkan elemen thriller kriminal yang detail dengan horor klenik Korea yang brutal. Inti cerita The Wailing berputar pada perbenturan antara iman, keraguan, dan paranoid.
Film ini memaksa penonton untuk terus menerka siapa sebenarnya yang jahat di tengah-tengah kekacauan spiritual tersebut. Kesuksesan film ini dibuktikan dengan pujian kritis global dan raihan berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Film Terbaik di Baeksang Arts Awards 2017.
2. Svaha: The Sixth Finger (μ¬λ°ν) (2019)
Svaha: The Sixth Finger (Sabaha, 2019) adalah film horor mystery-thriller Korea yang disutradarai Jang Jae-hyun, sosok di balik kesuksesan film The Priests dan Exhuma. Film ini berfokus pada Pastor Park (Lee Jung-jae), seorang pendeta yang bekerja secara independen untuk menyelidiki dan membongkar kelompok-kelompok keagamaan mencurigakan atau aliran sesat demi uang.
Penyelidikannya membawanya pada kultus misterius bernama Deer Mount, yang diduga kuat terkait serangkaian kasus pembunuhan yang aneh dan brutal. Secara paralel, film ini mengikuti kisah Geum-hwa (Lee Jae-in), dan saudara kembarnya yang mengerikan, yang kehadirannya diyakini membawa kutukan pada keluarga.
Seiring penyelidikan Pastor Park semakin dalam, ia menemukan bahwa sekte ini bukanlah sekadar penipuan uang, melainkan memiliki akar sejarah dan spiritual yang gelap, berpusat pada pencarian sosok 'Svaha' atau mesias yang berjari enam.
Svaha: The Sixth Finger dikagumi karena plotnya kompleks, cerdas, dan penuh teka-teki, yang menggabungkan ajaran Buddha dan Kristen untuk mengeksplorasi tema abadi tentang iman, ramalan, dan penjelmaan kejahatan dalam wujud yang tidak terduga, menjadikannya tontonan wajib bagi pecinta horor religius Korea yang minim jumpscare namun kaya akan atmosfer misteri.
3. Warning: Do Not Play (μμ ) (2019)
Film horor misteri yang dibintangi Seo Yea-ji dan Jin Seon-kyu, berpusat pada obsesi seorang sutradara film horor pemula bernama Mi-jung (Seo Yea-ji). Mi-jung sedang kesulitan mendapatkan ide segar untuk naskah film horornya.
Ia kemudian mendengar sebuah rumor urban legend tentang "film terlarang" yang dibuat delapan tahun lalu oleh seorang mahasiswa. Konon, film itu sangat mengerikan hingga ada penonton yang meninggal saat pemutarannya, dan kabarnya, film tersebut direkam hantu.
Terpancing rasa penasaran dan ambisi artistik, Mi-jung mengabaikan segala peringatan dan memulai pencarian film misterius itu, yang membawanya bertemu dengan sutradara asli film tersebut, Kim Jae-hyun (Jin Seon-kyu), yang kini hidup dalam keadaan lusuh dan paranoid.
Meskipun Jae-hyun memperingatkannya untuk menjauh, Mi-jung justru semakin terjerumus ke dalam misteri yang melibatkan kejadian supranatural di sebuah bioskop tua.
Film ini mengeksplorasi tema ambisi yang berlebihan dalam berkarya dan bagaimana batas antara fiksi dan realitas menjadi kabur, membuat Mi-jung mempertanyakan apakah dia sedang menulis naskah atau justru menjadi bagian dari teror yang sedang dia selidiki.
4. The Call (μ½) (2020)
Film horor thriller Korea Selatan yang dibintangi Park Shin-hye dan Jeon Jong-seo, dikenal karena alur cerita time-bending yang intens dan mencekam. Film ini berpusat pada Kim Seo-yeon (Park Shin-hye), yang mengunjungi rumah masa kecilnya pada 2019, menerima panggilan telepon misterius dari telepon rumah nirkabel.
Panggilan tersebut berasal dari Oh Young-sook (Jeon Jong-seo), seorang gadis yang tinggal di rumah yang sama persis, namun 20 tahun di masa lalu, yaitu pada tahun 1999. Awalnya, hubungan mereka terjalin akrab dan saling menguntungkan.
Seo-yeon meminta Young-sook untuk menyelamatkan ayahnya dari kecelakaan tragis di masa lalu, sementara Seo-yeon memperingatkan Young-sook tentang bahaya yang mengancam nyawanya pada 1999. Namun, setelah Young-sook berhasil mengubah masa lalu dan menyelamatkan dirinya, sisi gelapnya sebagai psikopat dan pembunuh berantai mulai terungkap.
Perubahan yang dilakukan Young-sook di masa lalu secara drastis mengubah realitas Seo-yeon di tahun 2019, memulihkan ayahnya yang sudah meninggal tetapi menempatkan ibunya sendiri dalam bahaya besar.
Film ini kemudian bertransformasi menjadi permainan kucing dan tikus yang brutal melintasi waktu, di mana Seo-yeon harus berpacu dengan waktu dan nasib untuk menghentikan Young-sook melakukan pembunuhan yang akan mengubah, dan menghancurkan masa depannya.
The Call juga terkenal karena akhirnya yang ambigu dan adegan mid-credits yang memutarbalikkan semua yang telah dipercaya penonton, meninggalkan ruang untuk interpretasi kelam tentang keberhasilan sang psikopat.
5. Guimoon: The Lightless Door (2021)
Film horor Korea ini mengambil latar di sebuah pusat pelatihan terbengkalai di Guisari yang terkenal angker. Mitos seputar lokasi ini bermula pada tahun 1990, ketika seorang manajer gedung membunuh para tamu, lalu bunuh diri, sebuah insiden yang diikuti serangkaian kematian misterius dan kecelakaan setiap tahunnya, menyebabkan gedung itu dijuluki tempat berkumpulnya hantu.
Film ini mengikuti dua alur cerita yang bertemu, pertama, Do-jin (Kim Kang-woo), direktur lembaga penelitian paranormal yang nekat memasuki gedung tersebut. Ia memiliki motif pribadi untuk mengungkap misteri karena ibunya, seorang shaman yang pernah melakukan ritual di sana, meninggal secara tragis di lokasi yang sama.
Kedua, ada tiga mahasiswa (termasuk Kim So-hye) yang masuk secara diam-diam ke gedung itu untuk merekam konten horor demi memenangkan sebuah kompetisi video, yang tanpa disadari mereka justru membuka "Guimoon" atau Pintu Tanpa Cahaya, gerbang tempat arwah bersemayam.
Film arahan sutradara Sim Deok-geun ini dikenal karena atmosfernya yang suram dan sering kali menggunakan teknik found footage atau POV (sudut pandang) untuk meningkatkan ketegangan, menjadikannya pilihan ideal bagi penggemar horor yang menyukai cerita hantu di lokasi terisolasi dan angker.
6. The Anchor (2022)
Film misteri-thriller psikologis ini dibintangi Chun Woo-hee, Shin Ha-kyun, dan Lee Hye-young. Film ini berpusat pada Se-ra (Chun Woo-hee), seorang pembawa berita utama (anchorwoman) yang sangat ambisius di stasiun penyiaran.
Lima menit sebelum siaran langsung dimulai, Se-ra menerima telepon misterius dari wanita yang mengaku akan dibunuh dan memohon agar kisah kematiannya diliput. Meskipun awalnya menganggapnya lelucon, Se-ra didesak ibunya yang obsesif (Lee Hye-young) untuk memanfaatkan kasus tersebut demi popularitas.
Se-ra akhirnya pergi ke alamat tersebut dan menemukan mayat penelepon dan putrinya. Sejak saat itu, hidup Se-ra berubah kacau, ia dihantui penampakan mengerikan dan mulai meragukan kewarasan dirinya sendiri, terutama setelah bertemu dengan psikiater mendiang korban, In-ho (Shin Ha-kyun).
Film ini menyuguhkan ketegangan yang didorong plot twist dan paranoia, mengeksplorasi tekanan ekstrem dalam dunia media, trauma psikologis, dan obsesi seorang ibu, menjadikannya tontonan yang memeras pikiran dan menguji batas realitas.
7. Seoul Ghost Story (Seoulgoedam, 2022)
Film horor Korea Selatan bergaya omnibus (antologi) ini menyajikan sepuluh kisah horor pendek yang berlatar di berbagai sudut modern kota Seoul. Film ini unik karena alih-alih berfokus pada cerita hantu tradisional di istana atau desa, ia mengangkat fenomena horor kontemporer dan mitos urban (urban myths) yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda.
Seperti teror yang muncul dari kebisingan di antara lantai apartemen, perabotan bekas, terowongan, manekin menyeramkan, hingga dampak mengerikan dari media sosial. Disutradarai Hong Won-ki, film ini menarik perhatian karena pemerannya bertabur bintang Idol K-Pop dari berbagai grup seperti Shownu MONSTA X, Arin Oh My Girl, Minhyuk BTOB, dan Hoya.
Setiap segmen cerita menyajikan kengerian yang ringkas dan beragam, dari tema balas dendam, ritual pemanggilan arwah yang salah (necromancy), hingga body horror di kursi dokter gigi, menjadikannya tontonan yang tepat bagi yang mencari sensasi ketakutan cepat dan seram yang relevan kehidupan perkotaan modern.
8. Sleep (μ , 2023)
Film debut sutradara Jason Yu yang mendapatkan pujian kritis, termasuk dari sutradara Bong Joon-ho, karena pendekatannya yang unik dan cerdas dalam genre black comedy horor. Film ini dibintangi oleh Lee Sun-kyun dan Jung Yu-mi sebagai pasangan pengantin baru, Hyun-soo dan Soo-jin, yang tengah menantikan kelahiran anak pertama mereka.
Kebahagiaan mereka tiba-tiba terenggut ketika Hyun-soo mulai menunjukkan perilaku tidur yang sangat aneh dan berbahaya, seperti mengigau, berkata "ada orang di dalam," hingga melukai dirinya sendiri dan berjalan tanpa sadar (sleepwalking).
Kekhawatiran Soo-jin semakin memuncak, membuat ia kurang tidur karena harus mengawasi suaminya. Film ini dengan cerdik mengaburkan batas antara penjelasan medis (diduga REM Sleep Behavior Disorder) dan supernatural, membuat Soo-jin akhirnya terjerumus dalam upaya pengobatan alternatif yang mistis.
Sleep menawarkan horor yang intim dan mencekam, berfokus pada dinamika pernikahan yang runtuh oleh rasa takut, paranoia, dan ketidakpercayaan, di mana bahaya terbesar datang dari pasangan yang seharusnya menjadi tempat teraman.
9. Exhuma (2024)
Film horor okultisme Korea Selatan tahun 2024 yang menjadi box office, disutradarai Jang Jae-hyun yang dikenal piawai dalam genre spiritual. Film ini mengisahkan kerja sama empat ahli supranatural, sepasang dukun muda modern, Hwa-rim (Kim Go-eun) dan Bong-gil (Lee Do-hyun), serta ahli feng shui veteran Kim Sang-deok (Choi Min-sik) dan petugas pemakaman Yeong-geun (Yoo Hae-jin).
Mereka disewa keluarga kaya raya Korea yang tinggal di Los Angeles untuk merelokasi makam leluhur mereka, yang diduga menjadi sumber kutukan yang menimpa keturunan laki-laki dalam keluarga tersebut.
Proses penggalian (exhumation) yang dilakukan di lokasi mencurigakan di sebuah desa terpencil, tanpa sengaja melepaskan entitas jahat yang jauh lebih kuat dan berbahaya daripada yang mereka duga.
Film ini secara cerdas menggabungkan elemen horor ritualistik Korea yang detail, ketegangan psikologis, hingga isu sejarah kelam Korea terkait kolonialisme Jepang. Dengan sinematografi yang kuat dan akting yang memukau, terutama penampilan Kim Go-eun dalam adegan ritual yang intens, Exhuma berhasil menyajikan horor yang tidak hanya mengandalkan jumpscare tetapi juga kedalaman budaya dan narasi.
10. The Cursed (κ·μ) (2025)
Film The Cursed (κ·μ) menjadi salah satu film horor Korea paling mencuri perhatian pada Oktober 2025. Mengusung tema horor supranatural dengan balutan kisah misteri dan psikologis, film ini menggali sisi gelap manusia ketika ambisi dan obsesi mulai menguasai jiwa.
Disutradarai oleh Hung Won-ki, film ini diproduksi oleh Jerry Good Company dan didistribusikan oleh BY4M Studio. Dengan durasi sekitar 1 jam 36 menit, The Cursed menghadirkan kisah yang menegangkan dan penuh simbolisme tentang harga yang harus dibayar manusia demi keinginan mereka.
Deretan pemainnya pun tak main-main. Ada Yoo Jae-myung sebagai Dong-sik; Moon Chae-won sebagai Chae-won, wanita yang terobsesi pada kecantikan fisiknya; Seo Young-hee sebagai Hee-jin, seorang ibu yang nekat masuk ke pasar terlarang Gwisi demi masa depan anaknya.
Kemudian, Won Hyun-joon sebagai Park Soo-moo, seorang dukun yang berusaha menembus dunia roh; dan Solar sebagai Mi-yeon, penulis muda yang datang ke desa terpencil untuk mengejar mimpinya menjadi terkenal. Kisah film ini mempertemukan lima individu dengan latar hidup yang tampak tak berkaitan.
Namun, satu benang merah menghubungkan mereka semua yakni hasrat manusia yang berubah menjadi obsesi berbahaya. Takdir akhirnya mempertemukan mereka di Gwisi, pasar arwah misterius tempat manusia bisa menukar roh dengan harga ambisi mereka sendiri.
Di sana, setiap keinginan memiliki nilai tukar dan setiap ambisi harus dibayar dengan pengorbanan yang mengerikan. The Cursed (κ·μ) menawarkan pengalaman horor yang bukan hanya menakutkan, tetapi juga menggugah pikiran tentang batas antara keinginan dan kehancuran.
Itulah rekomendasi film Horror Korea yang cocok ditonton saat weekend. Semoga bermanfaat ya, detikers!
Artikel ini ditulis Fadya Majida Az-Zahra, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.
(irb/hil)











































