Kala Fashion Show dan Seni Tradisional Berpadu dalam Parade Budaya

Eko Sudjarwo - detikJatim
Senin, 08 Agu 2022 14:30 WIB
Parade budaya dan fashion di Ngimbang, Lamongan
Parade budaya dan fashion di Ngimbang, Lamongan (Eko Sudjarwo/detikJatim)
Lamongan -

Ratusan seniman Lamongan yang tergabung dalam Paguyuban Seniman Tradisional Lamongan (Pastala) menggelar parade budaya. Beragam seni tradisional mereka tampilkan sambil berpawai.

Ratusan seniman tradisional ini berparade di Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, yang berasal dari berbagai seni tradisional yang hidup dan berkembang di Lamongan. Di antaranya adalah Reog, Jatilan, Jaranan dan Campursari.

Parade di sepanjang jalan ini juga ditampilkan dengan tarian. Masyarakat setempat tampak antusias dan terhibur.

"Parade seni tradisional ini adalah agenda tahunan yang kami namai Grebeg Suro," kata Ketua Pastala, Puji kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Ikut pula dalam parade seni tradisional ini para pelajar dari SMKN Sambeng yang menjadi penabuh gamelan untuk para peserta parade.

Puji menyebut peserta parade seni tradisional ini adalah para pelajar yang memang menekuni dunia seni tradisional. Mereka adalah para pelajar dari SMK Negeri Sambeng. Pagelaran budaya ini juga menggabungkan seni modern, yaitu pagelaran busana atau fashion.

"Sebagai pembuka jalan para seniman ini kami tampilkan juga Parade busana atau fashion dengan mengambil tema Fashion Week di atas Perbukitan," ujar Puji.

"Diikutkannya fashion show dengan gaya baju tradisional ini mengandung arti bahwa seni tradisional juga bisa maju dan bisa berkembang," imbuhnya.

Para peserta ini memulai parade dari puncak bukit tertinggi di Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang menuju ke arah desa yang ada di wilayah selatan Lamongan tersebut.

Sambutan meriah dirasakan oleh para peserta parade yang semuanya mengenakan kostum tradisional menuju lokasi Pagelaran Budaya. Parade budaya yang juga didukung oleh Senna Society Lamongan.

Parade seni ini masih berlanjut ketika mereka tiba di garis finish di lapangan desa setempat. Secara bergantian, para seniman ini tampil ke atas panggung yang sudah disediakan. Setidaknya, ada 50 kelompok seni tradisional dari seluruh Lamongan yang mengikuti parade budaya ini.

"Parade budaya semacam ini pernah kita gelar sebelum pandemi dan sempat terhenti karena pandemi, tahun ini kembali kami gelar," terang Puji.

Pembina Senna Society, Fujika Senna Oktavia mengatakan parade ini membuktikan bahwa anak-anak muda masih punya semangat tinggi terhadap budaya. Tak hanya budaya setempat tapi juga budaya lokal dari daerah lain juga banyak diminati.

"Senang bisa melihat lagi penampilan Reog dan campursari, apalagi ini yang tampil adalah anak-anak muda yang ternyata punya semangat tinggi dalam melestarikan budaya tradisional," Pembina Senna Society, Fujika Senna Oktavia.

Adanya parade budaya seperti semacam ini, terang Fujika, akan semakin menambah kecintaan warga terhadap seni yang ternyata masih lestari. Fujika juga takjub karena di Lamongan ternyata juga tumbuh subur seni Reog yang berasal dari Ponorogo ini.

"Ini adalah salah satu cara untuk melestarikan budaya kita, Nguri-uri kebudayaan, apalagi ini Reog Ponorogo ternyata juga banyak dan tumbuh subur di Lamongan, semoga bisa kita lestarikan selamanya," pungkas Fujika.



Simak Video "Makna 'Langkah' di Balik Perayaan 25 Tahun Desainer Denny Wirawan"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/fat)