Bupati Ipuk Saksikan 100 Unit Rumah di Banyuwangi Terjual dalam Sehari

Bupati Ipuk Saksikan 100 Unit Rumah di Banyuwangi Terjual dalam Sehari

Eka Rimawati - detikJatim
Sabtu, 26 Sep 2026 14:00 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menyaksikan akad rumah subsidi bagi ratusan warganya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menyaksikan akad rumah subsidi bagi ratusan warganya. (Foto: Eka Rimawati/ detikjatim)
Banyuwangi -

Geliat ekonomi di Bumi Blambangan makin meningkat. Tak hanya bergeliat lewat sektor pariwisata, minat warga Banyuwangi untuk memiliki hunian sendiri juga terbilang tinggi. Terbaru, sebanyak 100 keluarga lokal resmi memegang kunci rumah impian melalui akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi BTN di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (26/9/2026).

Momen itu disaksikan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Turut hadir Wakil Kepala Wilayah Kantor BTN Jatim Bali Nusra Joyce Ivone Mandagi, perwakilan REI Banyuwangi Suhartatik, hingga Ketua Apersi Banyuwangi Fajar Susanto.

Bupati Ipuk mengapresiasi langkah kolaboratif tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memangkas birokrasi dan biaya berbelit yang biasanya harus ditanggung masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak hanya memfasilitasi kemudahan pembelian rumah, tetapi juga memfasilitasi mereka bertemu dengan notaris dalam satu tempat. Tentu ini akan mengurangi budget para pembeli perumahan yang ada," tegas Ipuk, Sabtu (26/9/2026).

Ipuk optimistis kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi, perbankan, dan pengembang dapat terus mendorong pemenuhan kebutuhan primer warga lokal.

ADVERTISEMENT

"Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat Banyuwangi yang memiliki rumah yang layak," tambahnya.

Prosesi akad berlangsung unik. Sebanyak 40 keluarga mengikuti akad secara simbolis di Pendopo Sabha Swagata, sedangkan 60 keluarga lainnya mengikuti akad serentak di berbagai titik lokasi lain pada hari yang sama.

Kehadiran BTN di Bumi Blambangan juga dinilai membawa dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Joyce Ivone Mandagi mengungkapkan, Banyuwangi telah menjadi salah satu "wilayah kantong" atau tulang punggung pembiayaan KPR di area Jatim, Bali, hingga Nusa Tenggara.

"Tahun ini cukup baik ya. Kalau kami melihat, market share Kantor Cabang Banyuwangi cukup besar apabila dibandingkan keseluruhan secara Kanwil," tegas Joyce.

Sejak hadir pada 2017, BTN telah mengucurkan KPR bagi lebih dari 16.300 keluarga di Banyuwangi. Khusus sepanjang 2026, tercatat 700 keluarga telah mengamankan hunian baru. Angka tersebut menyumbang sekitar 60 persen dari total kredit perumahan perbankan di Banyuwangi.

Tinggi-rendahnya daya beli rumah menjadi salah satu cermin pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif. Perwakilan REI Banyuwangi, Suhartatik, mengungkapkan perumahan subsidi menjadi penopang utama pasar properti di ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Rata-rata penjualan rumah di Banyuwangi menembus angka 2.000 unit per tahun. Lebih dari 95 persen di antaranya diserap oleh pasar rumah subsidi.

"Jadi memang, kebutuhan perumahan di Banyuwangi sangat besar," kata Suhartatik.

Sinergi dalam meningkatkan kualitas hidup warga lokal ini tak hanya berbuah hasil di lapangan, tetapi juga mendapat penghargaan nasional. Pemkab Banyuwangi resmi dinobatkan sebagai Terbaik I Kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah dalam Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali oleh Kemendagri di Badung, Bali, pada 28 Agustus lalu.

Penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen Pemkab Banyuwangi dalam memperluas akses hunian bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) agar dapat tinggal di tempat yang layak, aman, dan terjangkau, sekaligus terus menggerakkan roda perekonomian lokal.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads