Harga sembako di Jawa Timur (Jatim) terus mengalami fluktuasi dari hari ke hari. Pada hari ini harga seluruh jenis beras, minyak goreng curah, minyak goreng kemasan premium, minyak goreng kemasan sederhana, daging sapi paha belakang, garam halus, cabai rawit merah, bawang merah dan gas elpiji mengalami kenaikan.
Sementara harga telur ayam kampung, susu bubuk merk bendera, garam bata, cabai merah keriting dan cabai merah besar mengalami penurunan.
Memantau harga sembako setiap hari menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Selain membantu masyarakat dalam mengatur belanja harian, informasi ini juga penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di tengah situasi harga yang tidak menentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Update Harga Sembako 30 Agustus 2026
Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok. Sembako merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat tersebut terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.
Selain sembilan bahan pokok tersebut, harga kebutuhan dapur yang tidak kalah penting adalah cabai. Berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur Minggu 30 Agustus 2026, dirangkum dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur.
Beras Premium: Rp 15.097/kg
Beras Medium: Rp 13.061/kg
Gula kristal putih: Rp 17.091/kg
Minyak goreng curah: Rp 20.593/kg
Minyak goreng kemasan premium: Rp 22.220/liter
Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 19.000/liter
Minyak goreng Minyakita: Rp 16.124/liter
Daging sapi paha belakang: Rp 130.861/kg
Daging ayam ras: Rp 39.587/kg
Daging ayam kampung: Rp 69.269/kg
Telur ayam ras: Rp 24.160/kg
Telur ayam kampung: Rp 43.762/kg
Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.288 370 gr/kl
Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.386 370 gr/kl
Susu bubuk merek Bendera: Rp 40.554 400 gr/dos
Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.254 400 gr/dos
Garam bata: Rp 1.679
Garam halus: Rp 9.332/kg
Cabai merah keriting: Rp 28.967 /kg
Cabai merah besar: Rp 26.918/kg
Cabai rawit merah: Rp 53.989/kg
Bawang merah: Rp 27.591/kg
Bawang putih: Rp 29.636/kg
Gas elpiji: Rp 20.113
Berdasarkan harga sembako di Jawa Timur hari ini harga beras premium naik Rp 38 atau 0,25%, harga beras medium naik Rp 54 atau 0,41%, minyak goreng curah naik Rp 236 atau 1,16%, minyak goreng kemasan premium naik Rp 354 atau 1,62%, minyak goreng kemasan sederhana naik Rp 175 atau 0,93%, daging sapi paha belakang naik Rp 798 atau 0,61 persen, garam halus naik Rp 22 atau 0,24 persen, cabai rawit merah naik Rp 185 atau 0,34%, bawang merah naik Rp 475 atau 1,75%, gas elpiji naik Rp 261 atau 1,32%.
Sementara telur ayam kampung turun Rp 2.124 atau 4,63 persen, susu bubuk merk bendera turun Rp 1.256 atau 3,00 persen, garam bata cabai turun Rp 162 atau 8,80 persen, cabai merah keriting turun Rp 142 atau 0,49 persen, cabai merah besar turun Rp 193 atau 0,71 persen.
Baca juga: 5 Pasar Tertua di Surabaya, Tak Lekang Zaman |
Faktor Perubahan Harga Sembako
Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, hingga cuaca. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya harga sembako.
- Jika permintaan meningkat, tapi penawarasn tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun.
- Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mempengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat cuaca buruk menyebabkan kenaikan harga.
- Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain yang dikeluarkan pemerintah dapat mempengaruhi harga sembako. Misalnya, pembatasan impor atau perubahan pajak.
- Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang mempengaruhi harga sembako.
- Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama jika bahan pokok diimpor, dapat mempengaruhi harga. Depresiasi mata uang lokal akan membuat harga barang impor lebih mahal.
- Inflasi tinggi cenderung menyebabkan kenaikan harga sembako karena meningkatnya biaya barang dan jasa.
- Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memperburuk situasi.
Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau masalah logistik lainnya bisa menyebabkan keterlambatan pengiriman, mengurangi pasokan, dan harga naik.
Berbagai faktor ini mempengaruhi harga sembako sering kali berubah-ubah, sehingga memerlukan pengawasan serta kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar. Harga sembako juga bisa berbeda-beda di setiap pasar. Harga di atas merupakan harga rata-rata di Jawa Timur.
(ihc/dpe)
