Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memimpin Rapat Koordinasi Perunggasan. Amran menyoroti peternak telur yang mengalami kerugian belakangan ini.
Amran memastikan harga pakan ayam untuk peternak telur akan segera dilakukan penyesuaian agar biaya produksi peternak ayam telur bisa ditekan.
"Kami mengapresiasi peternak seluruh Indonesia, peternak ayam seluruh Indonesia karena cukup komunikatif menyampaikan aspirasinya. Kemarin kami lihat sampai jam 3 subuh tadi, kami membahas bagaimana nasib peternak kecil kita. Alhamdulillah hari ini sepakat, harga (jagung) pakan dari stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang disalurkan dari Bulog kita lanjutkan sampai akhir tahun," kata Amran di Pusat Veteriner Varma (Pusvetma) Surabaya, Selasa (11/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amran juga mewanti-wanti semua satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk menyerap hasil telur peternak dengan harga yang telah disepakati bersama.
"Kemudian harga telur, Insya Allah kita jaga harganya di tingkat SPPG. Kemudian, SPPG manakala harga telur Insya Allah kalau konsumsi satu kali per minggu, bisa menjadi dua kali, bahkan tiga kali. Itu sudah dibuat prosedurnya seperti demikian oleh Kepala BGN dan wakilnya," tegasnya.
Amran juga menjamin peternak telur bisa mendapat pakan dengan harga murah dan tidak boleh ada permainan harga dari importir.
"Kami ingin kepada seluruh peternak, kita sepakat juga kepada seluruh peternak besar, pengimpor pakan, jangan ada bermain-main, kami pasti cabut izinnya! Dan kami tidak beri ruang. Kalau kami sekali cabut, selama kami masih menjabat, tidak akan kami berikan izin impor!," tegasnya.
"Kita sepakat juga bertanggung jawab harga pokok penjualan (HPP) untuk harga telur, tapi harga pakan juga kita harus jaga yang tidak terlalu tinggi. Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Itu kita sudah sepakati semua," tambahnya.
Dari dialognya dengan para peternak, Amran mengaku mendapat aspirasi soal perusahaan pakan yang bermain harga di tengah kondisi saat ini.
"Nah, ada satu perusahaan diduga nakal. Satgas kami minta dengan tegas langsung diperiksa insyaallah mulai besok. Karena diduga mereka mempermainkan harga. Perusahaannya saya tidak sebut, tapi Insya Allah mulai besok dari Satgas Mabes Polri hadir. Insya Allah mulai besok kita periksa, kalau terbukti izinnya saya cabut! Dengar saja kabarnya, izinnya saya cabut, enggak ada lagi basa-basi!," tegasnya.
"Ini 3,8 juta peternak kita harus jaga. Apa mau biarkan mereka berteriak tiap hari? Dan itu tugas kami. Begitu kami lihat ada demo beberapa daerah, langsung kami rapat di Surabaya ini, tidak menunggu lagi rapat di Jakarta. Sampai jam 3 subuh tadi malam kami membahas. Oke, sekarang kita sudah sepakat semua. Kepada seluruh yang terkait, jangan ada yang melanggar dari kesepakatan kita," tandasnya.
