Peternakan ayam petelur skala kecil di Pasuruan tertekan. Ibarat jatuh tertimpa tangga, mereka terdampak harga telur turun sementara harga pakan terus naik.
Suradi (45), peternak ayam petelur asal Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan, Pasuruan mengatakan, harga telur di tingkat peternak saat ini berada di kisaran Rp 21.000 hingga Rp 23.000 per kilogram.
Angka itu mengalami penurunan dibandingkan sebelum Hari Raya Idul Adha, ketika harga telur masih berada di atas Rp 25.000 per kilogram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, biaya produksi justru mengalami kenaikan. Harga pakan ayam yang menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan saat ini mencapai sekitar Rp 415.000 per sak atau setara Rp 8.000 hingga Rp 8.500 per kilogram. Sebelumnya, harga pakan masih berada pada kisaran Rp 7.000 hingga Rp 7.500 per kilogram.
"Harga telur terus turun, sementara pakan naik. Banyak peternak yang tidak kuat dan akhirnya memilih menutup usahanya," kata Suradi, Selasa (9/6/2026).
Suradi berharap, pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas sektor perunggasan. Ia berharap harga pakan terkendali dan harga jual stabil.
"Kami tidak meminta banyak, cuma harga pakan terkendali dan harga telur stabil," pungkasnya.
(auh/hil)
