Penyebab Jatim Inflasi di Bulan Mei 2026

Penyebab Jatim Inflasi di Bulan Mei 2026

Aprilia Devi - detikJatim
Rabu, 03 Jun 2026 11:46 WIB
Lapak pedagang penjual cabai rawit di Pasar Wonokromo Surabaya.
Ilustrasi cabai dan bawang merah di Pasar Wonokromo Surabaya (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,28% (month-to-month) pada Mei 2026. Kenaikan harga angkutan udara, minyak goreng, cabai, dan bawang merah menjadi beberapa faktor pendorong inflasi.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati mengatakan, inflasi bulanan Jatim pada Mei 2026 sama dengan angka inflasi nasional yang juga tercatat sebesar 0,28%.

"Pada Mei 2026 Provinsi Jawa Timur tercatat mengalami inflasi secara month to month sebesar 0,28%. Kebetulan angka ini sama dengan inflasi nasional yang juga tercatat sebesar 0,28%," kata Herum, Rabu (3/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah peristiwa yang memengaruhi perkembangan harga di masyarakat sepanjang Mei 2026. Salah satunya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi oleh PT Pertamina yang berlaku sejak 4 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Selain itu, harga avtur domestik kembali naik hingga 16,16% pada Mei 2026. Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat di sejumlah rute penerbangan domestik.

"Hal ini dipicu oleh kenaikan harga komoditas angkutan udara, sebagai dampak dari meningkatnya harga avtur domestik di seluruh wilayah Indonesia dengan kenaikan berkisar antara 14,81 hingga 16,16% dibandingkan bulan sebelumnya," jelasnya.

Menurut Herum, kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Mei 2026. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,88% dengan andil 0,11%.

Selain transportasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga memberikan tekanan terhadap inflasi. Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,33% dengan andil 0,08%.

Kenaikan harga pada kelompok ini dipicu oleh sejumlah komoditas pangan, seperti minyak goreng, bawang merah, cabai rawit, dan sejumlah bahan pangan lainnya. Keterbatasan pasokan beberapa merek minyak goreng menjadi salah satu penyebab kenaikan harga.

Di sisi lain, meningkatnya biaya bahan baku industri impor dan kenaikan harga produk berbahan plastik turut menekan harga sejumlah komoditas, mulai dari peralatan elektronik hingga air minum kemasan.

Meski demikian, beberapa komoditas pangan justru mengalami penurunan harga. Di antaranya telur ayam ras, daging ayam ras, dan bawang putih.

BPS juga mencatat kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penahan laju inflasi pada Mei 2026. Kelompok ini mengalami deflasi sebesar 0,82% dengan andil negatif 0,06%.

"Deflasi pada kelompok ini terutama dipengaruhi oleh komoditas emas perhiasan yang mengalami deflasi 3,09% dengan andil terhadap inflasi negatif 0,07%," jelas Herum.

Menurutnya, penurunan harga emas perhiasan masih dipengaruhi oleh dinamika harga emas global yang juga mengalami koreksi selama Mei 2026.

Inflasi bulanan pada Mei 2026 terjadi di seluruh 11 kabupaten/kota yang menjadi cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur. Inflasi tertinggi tercatat di Surabaya sebesar 0,37%, sedangkan terendah di Kota Probolinggo sebesar 0,03%.

Secara nasional, sebanyak 31 dari 38 provinsi di Indonesia mengalami inflasi pada Mei 2026. Sementara itu, secara tahun kalender (year to date) Jawa Timur mencatat inflasi 1,43% dan secara tahunan (y-on-y) sebesar 3,49%.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads