Berkah Idul Adha, Lapak Bumbu Jadi Sidoarjo Habiskan 2 Kuintal per Hari

Berkah Idul Adha, Lapak Bumbu Jadi Sidoarjo Habiskan 2 Kuintal per Hari

Suparno - detikJatim
Senin, 25 Mei 2026 12:20 WIB
Lapak bumbu dapur di Pasar Porong Sidoarjo yang kebanjiran pesanan jelang Idul Adha.
Lapak bumbu dapur di Pasar Porong Sidoarjo yang kebanjiran pesanan jelang Idul Adha. (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Pasar Baru Porong mendadak dipadati pembeli menjelang Hari Raya Idul Adha. Salah satu yang mengalami lonjakan permintaan yakni lapak bumbu jadi milik Sutrami. Bahkan, dalam sehari ia mampu memproduksi hingga dua kuintal bumbu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sutrami mengatakan peningkatan penjualan sudah terasa sejak hampir sepekan terakhir. Banyak warga membeli bumbu siap pakai untuk kebutuhan memasak daging kurban maupun hajatan keluarga.

"Kalau hari biasa paling hanya habis sekitar 60 sampai 70 kilogram. Tapi sekarang menjelang Idul Adha bisa sampai 2 kuintal lebih per hari," kata Sutrami saat ditemui detikJatim di Pasar Baru Porong, Senin (25/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, jenis bumbu yang paling banyak dicari pembeli yakni bumbu gulai, rawon, krengsengan, sate hingga tahu campur. Dalam sehari dirinya membuat sekitar 30 hingga 32 resep bumbu atau setara kurang lebih 210 kilogram dan hampir selalu habis terjual.

"Yang paling laris itu gulai sama rawon. Banyak warga beli karena praktis, tinggal tambah santan atau daging saja," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, lonjakan pembelian juga dipengaruhi naiknya harga bahan baku seperti cabai merah dan bawang merah. Namun demikian, dirinya memastikan kualitas dan takaran bumbu tetap dipertahankan.

"Harga jual memang naik sekitar Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu per kilo. Cabai merah sekarang Rp 50 ribu sampai Rp 55 ribu per kilo, bawang merah kupasan Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu. Tapi kualitas bumbu tetap sama," jelasnya.

Untuk harga jual, bumbu dibanderol mulai Rp 8 ribu hingga Rp 9 ribu per ons. Sedangkan harga per kilogram naik dari Rp 70 ribu menjadi Rp 75 ribu.

Sutrami menyebut bahwa pembeli tidak hanya berasal dari wilayah sekitar Porong dan Sidoarjo. Banyak pesanan datang dari luar kota untuk kebutuhan rumah makan maupun dijual kembali.

"Biasanya ramai sampai seminggu setelah Idul Adha. Kami tetap buka setiap hari mulai pukul 07.00 sampai 13.00 WIB," tambahnya.

Sementara itu, salah satu pembeli asal Ngoro Mojokerto, Fitriya (26), mengaku hampir setiap menjelang Idul Adha dirinya selalu membeli bumbu jadi dalam jumlah cukup banyak.

"Saya paling sering beli bumbu gulai kambing. Lebih gampang dan praktis, jadi tidak perlu repot ngulek sendiri," kata Fitriya.

Menurutnya, selain mempermudah proses memasak, harga bumbu jadi juga cukup terjangkau dan rasanya sudah pas.
"Tinggal tambah santan saja sudah jadi. Pokoknya simple sekali buat masak daging kurban," pungkasnya.



(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads