Harga Anjlok, Peternak di Tulungagung Bagi-bagi Telur Ayam ke Warga

Harga Anjlok, Peternak di Tulungagung Bagi-bagi Telur Ayam ke Warga

Adhar Muttaqin - detikJatim
Sabtu, 16 Mei 2026 17:20 WIB
Peternak ayam petelur di Trenggalek bagi-bagi telur ke pengguna jalan
Peternak ayam petelur di Trenggalek bagi-bagi telur ke pengguna jalan/Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim
Tulungagung -

Sejumlah peternak ayam petelur di Tulungagung menggelar aksi bagi-bagi ribuan telur kepada pengguna jalan. Aksi dilakukan sebagai bentuk protes atas anjloknya harga.

Dengan membentangkan spanduk protes, para peternak membagikan telur kepada masyarakat yang melintas di Monumen Nol Kilometer, Tulungagung. Menurut koordinator aksi, Abdul Kholiq, mengatakan jumlah telur yang dibagikan mencapai 5.000 butir.

Aksi yang dilakukan ini merupakan bentuk keprihatinan para peternak rakyat terhadap kondisi industri peternakan. Harga telur dari kandang terjun bebas menjadi Rp 21.000/kilogram. Sementara di tingkat eceran juga mengalami penurunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang anjlok menyentuh Rp 21.000 per kilogram. Kondisi ini sangat memberatkan karena Harga Pokok Produksi (HPP) peternak rakyat sebenarnya berada di angka Rp 23.000 per kilogram, yang berarti saat ini para peternak sudah mengalami minus atau kerugian," kata Abdul Kholiq.

ADVERTISEMENT

Turunnya harga telur ayam tersebut salah satunya terjadi akibat overproduksi, sedangkan tingkat konsumsi di masyarakat di sekitar Tulungagung cenderung stagnan.

Padahal kata dia, secara statistik di skala nasional stok telur dinilai masih kurang. Namun, kondisi di pasar lokal Tulungagung justru mengalami kelebihan pasokan.

"Ditambah lagi, nilai tawar peternak lokal masih sangat rendah karena masih sangat tergantung pada pengepul," jelasnya.

Kholiq mengaku kondisi tersebut diperparah dengan akses pasokan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sejak Lebaran. Padahal menurutnya, program MBG sebelumnya mampu menjadi penolong peternak untuk menyerap produksi telur lokal.

"Setelah Lebaran kemarin dihentikan. Bagi kami MBG sangat membantu," kata Kholiq.

Para peternak menilai, pemerintah tidak mampu memproteksi harga harga telur demi melindungi para peternak rakyat. Saat ini harga telur cenderung dilepas mengikuti harga pasar.

"Sebetulnya kami juga terima kasih kepada pemerintah, saat ini kita sudah ada alokasi pengadaan SPHP jagung dan sebagainya, ini sudah meringankan sedikit demi sedikit. Tapi pelindungan terhadap harga juga perlu," tegasnya.

Di tengah kegundahan para peternak muncul isu santer soal rencana kerja sama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dengan investor dan integrator telur asal Tiongkok. Jika hal tersebut terjadi, maka akan menjadi ancaman bagi peternak.

"Jika benar, langkah Kadin ini sebagai ancaman serius yang menjadi pukulan berat, bahkan membunuh peternak rakyat," imbuhnya.

Pihaknya berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan stabilisasi harga telur.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads