Harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian menjelang pergantian bulan Mei 2026. Masyarakat mulai mempertanyakan apakah akan terjadi penyesuaian harga, seiring dengan dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah yang kerap memengaruhi kebijakan energi nasional.
PT Pertamina secara rutin memperbarui informasi harga BBM yang berlaku. Penyesuaian tersebut menjadi kewenangan Pertamina bersama pemerintah, sehingga masyarakat dapat memantau ada tidaknya perubahan pada harga BBM terbaru hari ini.
Harga BBM Pertamina Terbaru Hari Ini di Jatim
Per 30 April 2026, harga BBM di Jawa Timur masih mengacu pada penyesuaian terakhir yang diumumkan pada 18 April 2026. Artinya, tarif BBM yang berlaku saat ini masih sama seperti pembaruan pada tanggal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pembaruan sebelumnya, beberapa BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamax Dex mengalami kenaikan harga. Sementara BBM lainnya seperti Pertamax, Pertamax Green, Pertalite, dan Bio Solar tetap stabil. Berikut rinciannya.
- Pertamax Turbo: Rp 19.400/liter (sebelumnya Rp 13.100)
- Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter (sebelumnya Rp 12.450)
- Pertamax: Rp 12.300/liter (sebelumnya Rp 11.800)
- Pertalite: Rp 10.000/liter
- Pertamina Dex: Rp 23.900/liter (sebelumnya Rp 14.500)
- Dexlite: Rp 23.600/liter (sebelumnya Rp 14.200/liter)
- Pertamina Biosolar: Rp 6.800/liter
Apakah Harga BBM Pertamina Akan Naik di Bulan Mei 2026?
Pemerintah menegaskan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama kelompok yang paling rentan terhadap gejolak harga energi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto usai melakukan kunjungan ke Rusia dan Prancis.
Setelah bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara, Bahlil menekankan bahwa stabilitas harga BBM subsidi masih sejalan dengan kondisi pasokan energi nasional yang tetap terjaga.
"Saya sampaikan kepada publik, bahwa insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insyaallah aman, dan sekali lagi saya katakan, bahwa kami sudah bersepakat atas arahan bapak presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun," dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM.
Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih aman untuk diterapkan. Hal ini didukung harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang berada di bawah asumsi anggaran, sehingga ruang fiskal dinilai cukup kuat untuk menjaga harga BBM subsidi tetap stabil tanpa menambah beban masyarakat.
"Doain, ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan 100 dolar itu sudah aman BBM. Dan, sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari USD 77. Jadi kita itu baru split USD7," tambahnya.
(irb/hil)











































