Pedagang Janur Dadakan Menjamur di Pasar Sidoarjo, Segini Harganya

Pedagang Janur Dadakan Menjamur di Pasar Sidoarjo, Segini Harganya

- detikJatim
Jumat, 27 Mar 2026 15:00 WIB
penjual janur dan selongsong ketupat serta lepet dan penjual lontong dan kupat di pasar baru Porong
penjual janur dan selongsong ketupat serta lepet di pasar baru Porong/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Menjelang perayaan Lebaran Ketupat atau Syawalan, pedagang janur dan selongsong ketupat dadakan mulai bermunculan di sejumlah pasar tradisional di Sidoarjo. Salah satunya terlihat di Pasar Baru Porong yang dipadati penjual dan pembeli.

Para pedagang menawarkan berbagai kebutuhan khas Lebaran Ketupat, mulai dari janur mentah, selongsong ketupat siap pakai, hingga lepet. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 10.000 per ikat hingga Rp 15.000 sampai Rp 25.000 untuk 10 hingga 50 buah selongsong ketupat.

Salah satu pedagang, Risky (25), warga Porong, mengaku permintaan selongsong ketupat dan lepet cukup tinggi tahun ini. Ia menjual selongsong ketupat isi 10 seharga Rp 15 ribu. Sementara janur satu ikat isi 10 dijual Rp 12.500 dan isi 50 Rp 30 ribu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembeli banyak yang pesan selongsong ketupat dan lepet, tapi sekarang agak sulit cari janur sebagai bahan bakunya," ujar Risky saat ditemui detikJatim di Porong, Jumat (27/3/2026).

ADVERTISEMENT

Hal senada disampaikan Sungkono (73), pedagang janur dadakan di Pasar Baru Porong. Ia mulai berjualan sejak Minggu, hari kedua Lebaran. Menurutnya, pembeli mulai ramai sejak Selasa (24/3).

Selain janur dan selongsong ketupat, Sungkono juga menjual selongsong lepet, tali pengikat, hingga daun pisang untuk membuat lontong. Ia menyebut janur dan daun pisang menjadi barang paling laris.

"Yang paling banyak dicari janur sama daun pisang. Kalau selongsong ketupat sama lepet tidak terlalu banyak, tapi tetap saya sediakan," katanya.

Meski permintaan cukup tinggi, Sungkono mengaku keuntungan yang didapat tidak besar. Hal itu disebabkan harga bahan baku janur yang cukup mahal.
"Untungnya tipis, yang penting bisa laku," tambahnya.

Tak hanya bahan mentah, pedagang makanan jadi juga turut meramaikan pasar. Seperti Sutiah (68), yang menjual lontong, ketupat, dan lepet siap santap.

Ia mematok harga lontong Rp 40 ribu untuk 10 buah ukuran besar dan Rp 20 ribu untuk ukuran kecil. Sementara ketupat matang dijual Rp 45 ribu per 10 buah, dan lepet Rp 47.500 per 10 buah.

Salah satu pembeli, Suryani (45), mengaku membeli janur dan selongsong ketupat sudah menjadi tradisi keluarganya setiap tahun usai Lebaran Idulfitri.

"Ini sudah tradisi dari dulu. Saya beli janur sama selongsong ketupat, kalau lepet biasanya bikin sendiri," kata Suryani.

Meski sejumlah pedagang mengaku omzet tahun ini tidak seramai tahun sebelumnya, tradisi Lebaran Ketupat tetap terjaga. Ketupat dan lepet masih menjadi hidangan utama dalam perayaan Syawalan yang sarat makna kebersamaan dan budaya tersebut.




(Suparno/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads