Okupansi Vila Kota Batu Saat Libur Lebaran Lebih Rendah dari Nataru

Okupansi Vila Kota Batu Saat Libur Lebaran Lebih Rendah dari Nataru

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 23 Mar 2026 23:40 WIB
Ilustrasi vila dan penginapan di Kota Batu.
Ilustrasi vila dan penginapan di Kota Batu. (Foto: Istimewa)
Batu -

Okupansi vila di Kota Batu mulai menunjukkan tren positif selama libur Lebaran 2026. Meski merangkak naik, nyatanya tingkat keterisian vila belum mampu menyamai pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu.

Ketua Organisasi Indonesia Homestay Association (IHSA) Kota Batu Natalina mengatakan bahwa kenaikan okupansi vila mulai terasa pada hari pertama Lebaran pada Sabtu (21/3/2026) lalu.

Natali, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa seminggu sebelum lebaran, rata-rata okupansi vila di Kota Batu masih berkisar di angka 30%. Angka keterisian tersebut melonjak hingga menyentuh rata-rata 70%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Naiknya memang lambat. Awalnya seminggu sebelum Lebaran itu masih 30%. Sekarang mulai bagus, di tempat saya pelan-pelan naik dari 40% ke 50%," ujar Natali saat kepada detikJatim, Senin (23/3/2026).

Kondisi berbeda terlihat di beberapa titik spesifik. Vila-vila dengan harga yang lebih terjangkau atau segmen medium-low justru menjadi primadona. Di kawasan Vila Mulyono misalnya, dilaporkan sudah full booked sejak tanggal 21 hingga 28 Maret mendatang.

ADVERTISEMENT

"Vila yang harganya lebih murah itu penuh terus dari tanggal 21 sampai 28. Kalau di daerah Oro-Oro Ombo, kenaikannya tidak terlalu signifikan, stabil di angka 60-70%," tambahnya.

Meskipun terlihat ramai, para pengelola mengakui bahwa gairah menginap pada Lebaran kali ini tidak sedahsyat Nataru. Natali menyebut ada beberapa faktor yang membuat okupansi libur lebaran lebih rendah dari Nataru.

Ia menyebut, banyak warga yang tinggal di Kota Batu sebenarnya bukan penduduk asli. Saat Lebaran, mereka justru melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman masing-masing, sehingga aktivitas di dalam kota sedikit berkurang dari sisi warga lokal.

Faktor lain, munculnya destinasi baru seperti Mikotopia memang menarik minat wisatawan. Namun, tren yang terjadi adalah wisatawan hanya berkunjung untuk berwisata tanpa menginap. Mereka lebih memilih langsung melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya.

"Kalau dibanding Nataru memang moncer sekali. Kalau Lebaran ini, orang lebih mending mudik sekalian ke tempat wisata yang dituju. Orang juga kadang takut macet duluan dan memilih di rumah, padahal kondisinya masih terkendali," tuturnya.

Secara keseluruhan, pelaku usaha vila di Kota Batu optimis angka 70% ini menjadi napas segar bagi industri pariwisata setelah masa low season selama Ramadan 2026. "Harapannya okupansi di 70% ini masih bisa bertahan hingga libur panjang usai," tandasnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads