Daging Sapi-Migor di Mojokerto Naik Jelang Lebaran, Satgas Pangan Sidak

Daging Sapi-Migor di Mojokerto Naik Jelang Lebaran, Satgas Pangan Sidak

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Minggu, 15 Mar 2026 19:45 WIB
Satgas pangan Mojokerto saat sidak di pasar
Satgas pangan Mojokerto saat sidak di pasar (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Satgas Pangan Kabupaten Mojokerto menemukan harga daging sapi dan minyak goreng premium di pasar tradisional, naik menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tak sekadar pemantauan, mereka juga melakukan intervensi terhadap para pedagang hingga rantai pasok.

Inpeksi mendadak (Sidak) satgas pangan kali ini dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan. Didampingi Kanit Tipidek Iptu Dawan AP Naibaho, serta perwakilan Bulog, Disperindag dan Dispari Kabupaten Mojokerto, mereka belusukan di Pasar Kedungmaling.

Hasilnya, Satgas Pangan Kabupaten Mojokerto menemukan lonjakan pada harga daging sapi dari Rp 105.000 menjadi Rp 110.000/Kg. Selain itu, minyak goreng premium juga naik Rp 3.000/liter dari Rp 19.000 menjadi Rp 22.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenaikan daging sapi tidak terlalu signifikan. Minyak goreng premium juga mengalami kenaikan karena pihak pedagang di pasar harus mengikuti harga dari perusahaan (produsen)," terang Aldhino kepada wartawan di lokasi, Minggu (15/3/2026).

ADVERTISEMENT

Aldhino bersyukur satu pekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, mayoritas harga bahan kebutuhan pokok dan barang penting (Bapokting) relatif stabil.

Mulai dari daging ayam Rp 38.000/Kg, telur ayam Rp 29.000/Kg, Minyakita Rp 15.400/liter, beras SPHP Rp 12.000/Kg, beras premium Rp 14.700/Kg, gula pasir Rp 17.500/Kg, tepung terigu Rp 8.000/Kg, serta kedelai Rp 18.000/Kg.

Bahkan, sejumlah komoditas turun harga signifikan. Yaitu cabai rawit yang pekan lalu Rp 90.000 menjadi Rp 64.000/Kg. Begitu pula cabai merah, serta bawang merah dan putih yang turun Rp 5.000/Kg dari Rp 35.000 menjadi Rp 30.000.

"Kami temukan alhamdulilah bahan-bahan pokok secara garis besar turun harganya," jelasnya.

Terhadap komoditas bapokting yang melonjak, tambah Aldhino, satgas pangan melakukan intervensi langsung. Mulai dari rutin mengawasi dan mengecek harga kebutuhan pokok di semua pasar, memberi imbauan kepada para pedagang lewat selebaran agar menjual produk sesuai HET/HAP, hinggga intervensi terhadap rantai pasok.

"Kami imbau lebih dulu dan kami telusuri mengapa pedagang memberi harga yang tinggi. Apakah dari distributor, pengepul, atau dari petani, kami harus selidiki dulu," ujarnya.

Pedagang daging sapi, Junsa (33) menuturkan, harga daging sapi naik Rp 5.000/Kg sejak awal Ramadan. Ia memprediksi harganya bakal kembali naik mendekati Lebaran Idul Fitri.

"Biasanya kalau mau hari raya naik lagi. Karena permintaan lebih banyak, kelangkaan sapi, sudah biasa," jelasnya.

Pedagang sembako di Pasar Kedungmaling, Nanang menambahkan, harga minyak goreng curah dan gula pasir naik tipis sejak 2 pekan lalu. Minyak goreng curah naik dari Rp 18.500 menjadi Rp 21.000/Kg.

"Gula pasir naik dari Rp 16.500 menjadi Rp 17.000 per Kg," tandasnya.




(abq/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads