Pertamina Patra Niaga Pastikan Suplai BBM Aman, Warga Diminta Tak Panik

Pertamina Patra Niaga Pastikan Suplai BBM Aman, Warga Diminta Tak Panik

Eka Rimawati - detikJatim
Minggu, 15 Mar 2026 19:30 WIB
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Wahyudi Anas
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Wahyudi Anas (Foto: Eka Rimawati/detikJatim)
Banyuwangi -

Isu geopolitik global perang antara Iran dan Israel - Amerika sempat memunculkan isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan cadangan BBM secara Nasional maupun regional aman, pengisian tangki-tangki di SPBU dilakukan secara berkala 16 hari sekali.

Pada kunjungan langsung di Depo terminal integrated Tanjungwangi, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Wahyudi Anas menyebutkan, cadangan BBM di Integrated fuel terminal Tanjungwangi Banyuwangi aman. Cadangan semua jenis BBM tidak pernah terlambat, suplai didapat dari sejumlah kilang salah satunya dari Balongan.

"Integrated fuel terminal Tanjungwangi Banyuwangi terkait kebutuhan BBM arus mudik dan arus balik sudah diantisipasi ada kenaikan 5% dan khusus untuk stock dipastikan sangat aman karena cadangan rata-rata lebih dari 30 hari," tegas Wahyudi, Minggu (15/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wahyudi menegaskan, kehawatiran masyarakat terkait kelangkaan BBM dipastikan tidak terjadi. Pada setiap tangki-tangki penyimpanan BBM di masing-masing SPBU dan object strategis seperti pelabuhan Ketapang - Gilimanuk, sudah dilakukan pengisian ulang secara berkala.

ADVERTISEMENT

Di setiap tangki dipenuhi cadangan BBM untuk 20 hari, ketika cadangan tersebut turun diangka 16 hari, Pertaminan Patra Niaga akan kembali melakukan pengisian untuk memenuhi tangki-tangki BBM kembali.

"Tidak akan habis, kenapa? Karena baru berkurang dengan cadangan masih diangka 16 hari saja sudah diisi lagi dikembalikan ke cadangan 20 hari," tegas Wahyudi.

Eksekutif General Manager Patra Niaga Iwan Yudha Wibawa menambahkan, penguatan cadangan BBM pada masa mudik dan balik lebaran tahun ini diprediksi berada diangka 3-5% untuk semua produk. Sementara peningkatan konsumsi dikisaran angka 6-7%.

"Penguatan stock sekitar 3-5% hampir semua produk pada prinsipnya ternyata tidak sebesar yang diperkirakan seperti aftur banyak rute internasional yang terhenti karena ada parang secara umum BBM transportasi dan energi lain sudah kita siapkan," jelas Iwan.

"Total Jatimbalinus leibh dari 16.000 KL untuk Gasoline termasuk Industri. Peningkatan untuk konsumsi dianyara 6-7% untuk gasoline, sementara untuk solar itu biasanya cenderung turun karena ada pembatasan angkutan roda 6 antara 3-4% kemungkinan ada lonjakan saat masuk meningkat antara 7-11%," tambahnya.

Untuk periode suplai BBM jenis Pertalite, Pertamax dan Solar pada 6 sampai 29 maret 2026, Jenis pertalite suplainya mencapai 40.000 KL, Jenis Pertamax sebesar 6.000 KL, Solar sebanyak 38.000 KL yang dikirim oleh sejumlah Kapal pengangkut BBM secara berkala. Dengan kecukupan cadangan BBM ini, masyarakat diminta untuk tidak hawatir dan tetap mengkonsumsi BBM secara bijak. Untuk pelaku pelanggaran sepreti penimbunan, akan ditindak tegas.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads