Berkah Ramadan, Usaha Kue Kering di Malang Banjir Orderan

Berkah Ramadan, Usaha Kue Kering di Malang Banjir Orderan

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Senin, 09 Mar 2026 18:15 WIB
Pengusaha kue Lebaran di Malang banjir pesanan
Pengusaha kue Lebaran di Malang banjir pesanan/Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim
Malang -

Momen Ramadan 2026 membawa berkah bagi pengusaha kue kering di Kota Malang. Orderan terus berdatangan meski sudah hampir mendekati momen Lebaran.

Seperti yang dirasakan oleh Hajar Marieta (27), pemilik usaha kue kering yang kebanjiran pesanan. Meski sempat vakum selama dua tahun terakhir, Eta sapaan akrabnya mengungkapkan, antusiasme pelanggan, baik wajah lama maupun baru sangat tinggi pada tahun ini.

"Alhamdulillah tahun ini ramai. Kita kan sudah buka dari enam tahun yang lalu, cuma sempat vakum dua tahun kemarin. Tahun ini buka lagi, antusiasnya teman-teman sama pelanggan yang dulu itu masih bagus," ujar Eta kepada awak media, Senin (9/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengusaha kue Lebaran di Malang banjir pesananPengusaha kue Lebaran di Malang banjir pesanan Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim

Sejak awal Ramadan hingga saat ini, Eta sudah membuat ratusan toples kue kering ukuran 600 ml untuk memenuhi pesanan. Pesanan kue kering tersebut mayoritas berasal dari wilayah Malang Raya, tapi ada juga pelanggan yang berasal dari luar daerah.

ADVERTISEMENT

"Kirimnya kebanyakan di sekitar Malang Raya. Cuma ada juga pesanan yang sudah kirim ke Surabaya, Sidoarjo, Jakarta, Tangerang. Biasanya kue saya kirim dengan cara dipaketkan lewat kargo," kata Eta.

Dari berbagai jenis varian yang ditawarkan, mulai dari nastar, kastengel, putri salju, hingga choco chip, menu sagu keju menjadi produk yang paling banyak diburu. Eta menjelaskan, sagu keju miliknya memiliki tekstur yang berbeda dibandingkan sagu pada umumnya.

"Yang paling best seller itu sagu keju. Bedanya, kalau sagu biasa kan nggak pakai keju dan teksturnya lebih berat atau 'nyeretin'. Kalau sagu keju kita itu dimakan lumer dan ada rasa kejunya," terangnya.

Bicara soal harga, Eta mematok harga kuenya di kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu per toples ukuran 600 ml. Ia mengakui bahwa saat ini sejumlah bahan pokok sedang merangkak naik, tapi ia tetap berupaya memberikan harga yang kompetitif bagi pelanggannya.

"Harganya menyesuaikan harga bahan baku ya, jadi sedikit ada kenaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Naiknya sekarang sekitar 5% an kalau diperkirakan," tandasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads