Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,95% secara bulan ke bulan (m-to-m) pada Februari 2026. Kenaikan harga beberapa komoditas seperti cabai rawit hingga daging ayam ras menjadi pemicu utamanya.
"Pada bulan Februari 2026 Provinsi Jatim tercatat mengalami inflasi sebesar 0,95%%. Inflasi Jawa Timur lebih tinggi dari nasional yang sebesar 0,68%," ujar Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Ike Rahayu Sri, Selasa (3/2/2026).
Ia mengatakan, ada beberapa komoditas yang menjadi pendorong utama inflasi Februari 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komoditas utama pendorong inflasi Februari yaitu cabai rawit, emas perhiasan, dan daging ayam ras," katanya.
Selain itu sejumlah komoditas lain yakni angkutan udara, telur ayam ras, bawang merah, hingga beras juga turut memberikan andil.
Ike menjelaskan, penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah pada 19 Februari ikut mendorong kenaikan permintaan bahan pangan. Momentum tersebut berbarengan dengan berbagai aktivitas keagamaan dan tradisi masyarakat.
Curah hujan di Jawa Timur yang masuk kategori menengah hingga tinggi selama Februari 2026 juga turut memengaruhi pasokan. Kondisi ini berdampak pada jumlah dan kualitas hasil panen serta kelancaran distribusi sejumlah bahan pangan.
Di sisi lain, penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) umum oleh PT Pertamina (Persero) serta kebijakan diskon tarif listrik dari PT PLN (Persero) juga memberi andil terhadap inflasi bulan Februari.
Kemudian harga emas global, meski sempat mengalami penurunan pada awal bulan Februari 2026, harga emas kembali meningkat dan relatif stabil hingga akhir bulan Februari 2026. Sehingga rata-rata harga bulan Februari tampak lebih tinggi dibandingkan bulan Januari 2026.
Sementara itu, inflasi tahunan (y-on-y) Februari 2026 terhadap Februari 2025 tercatat 4,88%. Sedangkan inflasi tahun kalender, yakni Februari 2026 terhadap Desember 2025, sebesar 0,74%.
Dari 11 kabupaten/kota pantauan IHK, seluruhnya mengalami inflasi pada bulan Februari 2026 ini.
"Inflasi tertinggi terjadi di Jember sebesar 1,14%, dan inflasi terdalam terjadi di Kota Malang yaitu sebesar 0,74%," pungkasnya.
