Harga Sembako Jatim Hari Ini: Bawang, Cabai, Ayam Mulai Turun

Harga Sembako Jatim Hari Ini: Bawang, Cabai, Ayam Mulai Turun

Irma Budiarti - detikJatim
Selasa, 24 Feb 2026 08:40 WIB
Harga sembako Jatim hari ini.
Harga sembako Jatim hari ini. Foto: Eka Fitria Lusiana/detikJatim
Surabaya -

Harga sembako di Jawa Timur (Jatim) terus mengalami fluktuasi dari hari ke hari. Pada hari ini, gas elpiji, daging sapi, minyak goreng premium, beras medium naik, bawang putih, cabai, ayam kampung, ayam ras turun , sementara bahan pokok lainnya relatif stabil tanpa perubahan berarti.

Memantau harga sembako setiap hari menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Selain membantu masyarakat dalam mengatur belanja harian, informasi ini juga penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di tengah situasi harga yang tidak menentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Update Harga Sembako 24 Februari 2026

Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok. Sembako merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat tersebut terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

ADVERTISEMENT

Selain sembilan bahan pokok tersebut, harga kebutuhan dapur yang tidak kalah penting adalah cabai. Berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur, Selasa 24 Februari 2026, dirangkum dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur.

  • Beras Premium: Rp 14.911/kg
  • Beras Medium: Rp 13.062/kg
  • Gula kristal putih: Rp 16.581/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 18.830/kg
  • Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.612/liter
  • Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.439/liter
  • Minyak goreng Minyakita: Rp 16.144/liter
  • Daging sapi paha belakang: Rp 120.546/kg
  • Daging ayam ras: Rp 38.722/kg
  • Daging ayam kampung: Rp 68.455/kg
  • Telur ayam ras: Rp 29.737/kg
  • Telur ayam kampung: Rp 45.990/kg
  • Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.509 370 gr/kl
  • Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.374 370 gr/kl
  • Susu bubuk merek Bendera: Rp 12.509 400 gr/dos
  • Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.366 400 gr/dos
  • Garam bata: Rp 1.791
  • Garam halus: Rp 9.596/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 34.732/kg
  • Cabai merah besar: Rp 31.858/kg
  • Cabai rawit merah: Rp 90.465/kg
  • Bawang merah: Rp 37.675/kg
  • Bawang putih: Rp 31.639/kg
  • Gas elpiji: Rp 19.894

Berdasarkan harga rata-rata sembako di Jawa Timur hari ini, gas elpiji 3 kg naik Rp 148 atau 0,75 persen, daging sapi naik Rp 170 atau 0,14 persen, minyak goreng premium naik Rp 247 atau 1,22 persen, beras medium naik Rp 172 atau 1,34 persen.

Bawang putih turun Rp 165 atau 0,52 persen, cabai keriting turun Rp 2.015 atau 5,48 persen, cabai besar turun Rp 700 atau 2,15 persen, rawit turun Rp 3.803 atau 4,03 persen, telur ayam kampung turun Rp 539 atau 1,16 persen, daging ayam kampung turun Rp 1.499 atau 2,14 persen, ayam ras turun Rp 520 atau 1,33 persen.

Faktor Perubahan Harga Sembako

Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, hingga cuaca. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya harga sembako.

  • Jika permintaan meningkat, tapi penawaran tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun.
  • Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mempengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat cuaca buruk menyebabkan kenaikan harga.
  • Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain yang dikeluarkan pemerintah dapat mempengaruhi harga sembako. Misalnya, pembatasan impor atau perubahan pajak.
  • Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang mempengaruhi harga sembako.
  • Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama jika bahan pokok diimpor, dapat mempengaruhi harga. Depresiasi mata uang lokal akan membuat harga barang impor lebih mahal.
  • Inflasi tinggi cenderung menyebabkan kenaikan harga sembako karena meningkatnya biaya barang dan jasa.
  • Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memperburuk situasi.
  • Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau masalah logistik lainnya bisa menyebabkan keterlambatan pengiriman, mengurangi pasokan, dan harga naik.

Berbagai faktor ini mempengaruhi harga sembako sering kali berubah-ubah, sehingga memerlukan pengawasan serta kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar. Harga sembako juga bisa berbeda-beda di setiap pasar. Harga di atas merupakan harga rata-rata di Jawa Timur.




(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads