Menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Idul Fitri, Diskoperindag Lamongan menggelar operasi pasar di sejumlah titik di Kabupaten Lamongan. Operasi pasar ini dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan safari Ramadan.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Lamongan, Anang Taufik mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Diskoperindag menggelar Operasi Pasar 2026 selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
"Operasi pasar ini sebagai langkah strategis menekan laju inflasi serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang dan selama Bulan Suci Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri," kata Anang Taufik kepada detikJatim, Senin (23/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anang mengungkapkan, kegiatan operasi pasar sudah dan akan digelar di sejumlah titik di wilayah Lamongan dengan menyasar berbagai lokasi strategis. Beberapa di antaranya adalah pasar tradisional, masjid, hingga fasilitas umum.
"Operasi pasar dijadwalkan berlangsung mulai 19 Februari lalu hingga 10 Maret 2026," ujarnya.
Menurut Anang, program ini merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk memastikan harga bahan pokok tetap terkendali di tengah meningkatnya permintaan masyarakat saat Ramadan.
"Setiap memasuki Ramadhan dan menjelang Hari Raya, permintaan bahan pokok cenderung meningkat. Kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga. Karena itu, kami hadir melalui operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan stok tetap aman," jelas Anang.
Ia menambahkan, komoditas yang menjadi fokus dalam operasi pasar meliputi beras, gula, minyak goreng, telur, serta kebutuhan pokok lainnya yang selama ini menjadi penyumbang inflasi daerah. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah secara berkelanjutan, sejalan dengan arahan pemerintah pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
"Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa dibebani lonjakan harga kebutuhan pokok. Stabilitas harga menjadi prioritas kami, terutama menjelang Idulfitri ketika konsumsi biasanya meningkat signifikan," tambahnya.
Pelaksanaan operasi pasar melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur serta Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur di sejumlah titik kegiatan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat di berbagai kecamatan.
Diskoperindag Lamongan mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan ini guna memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dan sesuai ketentuan. Dengan adanya intervensi pasar secara langsung, Pemkab Lamongan berharap tekanan inflasi daerah selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya dapat ditekan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
"Mari manfaatkan kesempatan ini untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan harga stabil," ajaknya.
(irb/hil)
