Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Surabaya melonjak tajam di awal Ramadan 1447 Hijriah. Harganya bahkan menembus Rp 120 ribu per kilogram.
Di Pasar Pucang Anom dan Pasar Keputran, misalnya, harga cabai rawit yang sebelumnya berkisar Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram, kini naik hampir dua kali lipat. Kenaikan ini mulai terasa sejak beberapa hari ke belakang.
Maysaroh (56), pedagang cabai di Pasar Pucang Anom Surabaya, mengatakan harga cabai rawit saat ini bahkan lebih mahal dibanding daging sapi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cabai rawit sebelumnya Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram. Sekarang Rp120 ribu. Lebih mahal dari daging ayam Rp38 ribu per kilogram dan daging sapi Rp 110 ribu per kilogram," kata Maysaroh kepada detikJatim, Sabtu (21/2/2026).
Meski harga cabai melonjak, Maysaroh menyebut harga bahan pokok lainnya relatif stabil di pekan pertama Ramadan.
"Lainnya stabil, cuma bawang merah naik Rp 5 ribu, dari Rp 40 ribu sekarang jadi Rp 45 ribu per kilogram," tuturnya.
Ia mengaku, fluktuasi harga cabai rawit memang sulit diprediksi.
"Perubahan harganya cepat sekali. Kata tengkulak, stoknya memang lagi kurang, enggak banyak," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Juni (30), pedagang cabai di Pasar Keputran. Ia menyebut kenaikan harga dipicu minimnya pasokan dari petani saat awal Ramadan.
"Penyebabnya karena petani cabai jarang ada yang panen saat hari pertama atau awal-awal puasa," katanya.
Menurutnya, meski harga sedang tinggi, permintaan cabai rawit tetap ramai.
"Alhamdulillah walaupun mahal, pembeli masih banyak yang cari," tukasnya.
Sementara itu, harga komoditas lain seperti bawang merah dan bawang putih berkisar antara Rp 35-45 ribu per kilogram, telur ayam Rp 30 per kilogram, beras Rp 16 ribu per kilogram, dan minyak goreng Rp 18.500 per kilogram.
