Pesan Zulhas ke Pemda Soal Harga Bapok: Turun Boleh, Naik Nggak!

Pesan Zulhas ke Pemda Soal Harga Bapok: Turun Boleh, Naik Nggak!

Faiq Azmi - detikJatim
Kamis, 19 Feb 2026 19:04 WIB
Zulhas saat memberikan pesan tentang harga bahan pokok.
Zulhas saat memberikan pesan tentang harga bahan pokok. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Menko Pangan RI Zulkifli Hasan (Zulhas) memimpin Rapat Koordinasi Penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Gubernur Jatim. Zulhas meminta semua pemerintah daerah (Pemda) menjaga stabilitas harga bahan pokok selama bulan puasa hingga lebaran.

"Ini bulan puasa mau lebaran, kita minta perhatian pemerintah daerah agar menjaga stabilitas harga, stok pangan," kata Zulhas di Surabaya, Kamis (19/2/2026).

Zulhas membawa pesan Presiden RI Prabowo Subianto agar harga bahan pokok turun dan tidak boleh naik selama bulan Ramadan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga kalau bisa ada yang turun sesuai arahan Pak Presiden, naik nggak boleh, turun boleh. Oleh karena itu perlu kebijakan-kebijakan yang ekstra agar bulan puasa dan lebaran nanti agar bisa terkendali," jelasnya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sendiri telah melakukan berbagai upaya konkret untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di Jawa Timur melalui program Pasar Murah.

ADVERTISEMENT

Selain pasar murah, Khofifah juga terus melakukan sidak ke pasar-pasar tradisional dalam beberapa pekan terakhir. Terbaru, pagi tadi Khofifah menyidak Pasar Larangan Sidoarjo yang menjadi salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Udang.

Dalam peninjauan di Pasar Larangan, Khofifah mendapati sejumlah sejumlah komoditas bahan pokok yang dijual dengan harga tinggi di atas HET. Seperti telur ayam dan juga daging ayam.

"Kami melihat beberapa item yang membutuhkan percepatan supply. Telur harganya Rp 30.000, daging ayam Rp 41.000 sampai Rp 45.000 dengan HET Rp 40.000," kata Khofifah.

"Jadi kenaikan dari HET ini saya minta koordinasikan dengan Kepala Dinas Peternakan. Karena pada dasarnya stoknya melimpah, tapi ada beberapa jaringan distribusi yang rupanya menaikkan harga. Sehingga sampai di pasar harganya di atas HET," lanjutnya.

Meski begitu, dirinya menilai untuk beras SPHP di Pasar Larangan masih terjangkau dengan standar harga di Rp 60.000 per 5 kg. Mengingat, pembelian beras di gudang Bulog mencapai Rp 11.000 per kg dengan kenaikan harga Rp 1.500 per kg saat sampai di tempat penjualan.

"Mudah-mudahan ini semua bisa memenuhi ketercukupan kebutuhan masyarakat untuk bisa memenuhi kebutuhannya. Ini Minyakita juga sudah mulai lancar karena harga di toko tadi sudah sampai pada harga Rp 15.500," jelasnya.

Di Pasar Larangan, harga cabe merah besar dipatok Rp. 30.000/kg, cabe rawit merah Rp. 85.000/kg dengan HET Rp. 40.000-57.000. Sedangkan, bawang merah dihargai Rp. 33.000-40.000/kg denban HET Rp. 36.500-41.500 serta bawang putih Rp. 32.000-34.000/kg.

"Jadi dinamika harga di saat Ramadhan seperti ini menurut saya harus terus dipantau dan dilakukan stabilisasinya. Karena biasanya ada kebutuhan rumah tangga yang meningkat di saat bulan Ramadhan seperti sekarang," tegasnya.

"Terima kasih kepada Kepala Bulog Jawa Timur yang sudah berusaha untuk bisa memenuhi supply logistik, terutama beras dan minyak kita," pungkas Gubernur Khofifah.

Ia pun berharap, suplai untuk kebutuhan yang sudah stabil tetap terjaga. Sebab, jika suplai rendah di saat permintaan tinggi, maka harga akan naik.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho mengatakan bahwa pihaknya sampai dengan 19 Februari 2026 sudah menyalurkan Minyakita sebanyak 3,8 juta liter untuk seluruh wilayah Jawa Timur. Yang dinilainya masih sangat memenuhi kebutuhan di masyarakat.

"Kita minimal sampai 2-3 bulan masih punya stok untuk memenuhi pasar-pasar di seluruh wilayah Jawa Timur. Beras juga kita menguasai stok sekitar 881 ribu ton. Itu untuk 14 bulan ke depan. Jadi, khusus beras dan minyak yang kebetulan jadi tanggungjawab Bulog, kita sangat aman Jawa Timur," pungkasnya.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads