Harga Sembako Jatim Hari Ini: Daging Sapi Turun, Cabai-Ayam Naik

Harga Sembako Jatim Hari Ini: Daging Sapi Turun, Cabai-Ayam Naik

Irma Budiarti - detikJatim
Rabu, 11 Feb 2026 08:40 WIB
Harga Sembako Jatim Hari Ini: Daging Sapi Turun, Cabai-Ayam Naik
Harga sembako Jatim hari ini. Foto: Eka Fitria Lusiana/detikJatim
Surabaya -

Harga sembako di Jawa Timur (Jatim) terus mengalami fluktuasi dari hari ke hari. Pada hari ini, daging sapi, telur ayam kampung, bawang putih turun, daging ayam kampung, daging dan telur ayam ras, cabai naik, sementara bahan pokok lainnya relatif stabil tanpa perubahan berarti.

Memantau harga sembako setiap hari menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Selain membantu masyarakat dalam mengatur belanja harian, informasi ini juga penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di tengah situasi harga yang tidak menentu.

Update Harga Sembako 11 Februari 2026

Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok. Sembako merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat tersebut terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

Selain sembilan bahan pokok tersebut, harga kebutuhan dapur yang tidak kalah penting adalah cabai. Berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur, Rabu 11 Februari 2026, dirangkum dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur.

ADVERTISEMENT
  • Beras Premium: Rp 14.817/kg
  • Beras Medium: Rp 12.819/kg
  • Gula kristal putih: Rp 16.500/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 18.593/kg
  • Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.293/liter
  • Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.474/liter
  • Minyak goreng Minyakita: Rp 16.186/liter
  • Daging sapi paha belakang: Rp 119.561/kg
  • Daging ayam ras: Rp 38.720/kg
  • Daging ayam kampung: Rp 70.037/kg
  • Telur ayam ras: Rp 29.011/kg
  • Telur ayam kampung: Rp 45.786/kg
  • Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.510 370 gr/kl
  • Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.487 370 gr/kl
  • Susu bubuk merek Bendera: Rp 42.201 400 gr/dos
  • Susu bubuk merek Indomilk: Rp 41.124 400 gr/dos
  • Garam bata: Rp 1.753
  • Garam halus: Rp 9.163/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 31.915/kg
  • Cabai merah besar: Rp 29.721/kg
  • Cabai rawit merah: Rp 82.707/kg
  • Bawang merah: Rp 35.404/kg
  • Bawang putih: Rp 32.233/kg
  • Gas elpiji: Rp 19.769

Berdasarkan harga rata-rata sembako di Jawa Timur hari ini, daging sapi paha belakang turun Rp 238 atau 0,20 persen, telur ayam kampung turun Rp 680 atau 1,46 persen, bawang putih turun Rp 174 atau 0,54 persen.

Daging ayam kampung naik Rp 737 atau 1,06 persen, daging ayam ras naik Rp 338 atau 1,06 persen, telur ayam ras naik Rp 134 atau 0,46 persen, cabai keriting naik Rp 490 atau 1,56 persen, cabai besar naik Rp 128 atau 0,43 persen, cabai rawit naik Rp 890 atau 1,09 persen.

Faktor Perubahan Harga Sembako

Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, hingga cuaca. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya harga sembako.

  • Jika permintaan meningkat, tapi penawaran tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun.
  • Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mempengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat cuaca buruk menyebabkan kenaikan harga.
  • Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain yang dikeluarkan pemerintah dapat mempengaruhi harga sembako. Misalnya, pembatasan impor atau perubahan pajak.
  • Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang mempengaruhi harga sembako.
  • Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama jika bahan pokok diimpor, dapat mempengaruhi harga. Depresiasi mata uang lokal akan membuat harga barang impor lebih mahal.
  • Inflasi tinggi cenderung menyebabkan kenaikan harga sembako karena meningkatnya biaya barang dan jasa.
  • Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memperburuk situasi.
  • Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau masalah logistik lainnya bisa menyebabkan keterlambatan pengiriman, mengurangi pasokan, dan harga naik.

Berbagai faktor ini mempengaruhi harga sembako sering kali berubah-ubah, sehingga memerlukan pengawasan serta kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar. Harga sembako juga bisa berbeda-beda di setiap pasar. Harga di atas merupakan harga rata-rata di Jawa Timur.




(hil/irb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads