Warga Surabaya Ramai-ramai Borong Emas Saat Harganya Tinggi

Warga Surabaya Ramai-ramai Borong Emas Saat Harganya Tinggi

Aprilia Devi - detikJatim
Selasa, 27 Jan 2026 23:00 WIB
Warga berburu emas batangan di Surabaya.
Warga berburu emas batangan di Surabaya/Foto: Aprilia Devi/detikJatim
Surabaya -

Harga emas yang tinggi beberapa waktu ini memicu lonjakan minat investasi logam mulia di Surabaya. Warga ramai-ramai berburu emas batangan.

Fenomena ini terlihat di beberapa gerai emas, salah satunya di distro emas Galeri24 Dinoyotangsi, Surabaya. Sejak pagi hari, masyarakat disebut sudah mengantre untuk mendapatkan emas batangan.

Salah satu warga Surabaya, Dewi (31), mengaku mulai tertarik berinvestasi emas seiring harganya yang terus meningkat. Meski demikian, ia memilih membeli dengan denominasi kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga emas sepertinya naik terus ya. Jadi saya tertarik investasi emas, mulai dari kecil-kecil dulu sih 1,2, atau 5 gram, anggap kayak nabung juga," ujar Dewi pada detikJatim, Selasa (27/1/2026).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Manajer Distro Galeri24 Dinoyotangsi, Dwi Ariyanto mengatakan, tren pembelian emas saat ini cukup tinggi.

"Trennya sama kayak tahun lalu tetap naik karena memang permintaannya banyak, tetapi dari segi stok (fisik) terbatas," kata Dwi.

Menurutnya, kenaikan harga emas pada Januari 2026 ini turut mendorong masyarakat berburu emas di berbagai tempat, baik toko emas maupun instansi resmi penjual emas batangan.

"Otomatis nasabah berbondong-bondong untuk cari beraneka alternatif investasi dari berbagai toko maupun instansi pemerintah resmi yang menjual emas batangan," jelasnya.

Dwi menyebut, di Galeri24 sendiri stok yang tersedia saat ini didominasi produk Galeri24. Sementara emas Antam dan UBS tengah kosong.

"Jadi yang bisa kita upayakan itu stok yang dari pabrik, dari pabrik kita sendiri," ungkapnya.

Tingginya minat masyarakat juga terlihat dari antrean yang sudah terjadi sejak pagi hari. Ia menambahkan, emas dengan ukuran kecil hingga menengah masih menjadi favorit dan cepat habis.

"Ukuran denom favorit sebenarnya masih 1, 2, 5, 10 gram, itu cepat banget itu habisnya," terangnya.

Menurut Dwi, jika stok emas dalam kondisi normal dan melimpah, jumlah antrean bisa jauh lebih banyak.

"Kalau stok normal melimpah itu antrean bisa sampai 100 lebih. Tapi karena memang stoknya terbatas sesuai dengan ketersediaan gramasi emasnya, itu paling banyak kisaran 20-50 antrean itu sudah habis," ungkapnya.

Dwi menegaskan emas batangan masih menjadi primadona karena fluktuasinya yang relatif stabil, mudah disimpan, dan risikonya lebih kecil.

"Karena memang dari segi fluktuasinya dia lebih stabil terus simpannya juga lebih gampang, resikonya juga lebih kecil untuk emas batangan," bebernya.

Namun, keterbatasan stok emas fisik membuat sebagian masyarakat beralih ke alternatif investasi lain. Sejumlah warga yang kehabisan emas batangan beberapa kemudian memilih skema tabungan emas, cicilan emas, hingga emas digital sebagai pilihan investasi.

Manajer Bisnis Pegadaian CP Dinoyotangsi, Gais Nomanto mengatakan, masyarakat yang awalnya ingin membeli emas secara tunai akhirnya memilih skema investasi lain setelah mendapatkan penjelasan.

"Masyarakat, meskipun masih banyak yang belum tahu ya, jadi masuk ke sini itu maunya beli tunai akhirnya kita bisa bersinergi, jadilah mereka akhirnya investasi," ujar Gais.

Menurutnya, kondisi harga emas yang tinggi justru mendorong peningkatan minat masyarakat untuk membeli.

"Tren penjualan itu biasanya saat harga turun atau harga dunia koreksi, itu animonya berkurang. Tapi saat kita bicara harga emas tinggi kayak gini gitu kan, malah meningkat," tukasnya.

Sebagai informasi, harga emas pada Selasa (27/1) di Galeri24, emas Galeri24 ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.955.000. Sementara emas Antam 1 gram dijual Rp 3.208.000 dan emas UBS 1 gram berada di angka Rp3.002.000 per gram.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads