Harga Emas Diprediksi Terus Menguat di 2026, Ini Saran Pengamat Ekonomi

Harga Emas Diprediksi Terus Menguat di 2026, Ini Saran Pengamat Ekonomi

Aprilia Devi - detikJatim
Selasa, 13 Jan 2026 08:40 WIB
Harga Emas Diprediksi Terus Menguat di 2026, Ini Saran Pengamat Ekonomi
Ilustrasi emas (Foto: Getty Images/brightstars)
Surabaya -

Harga emas disebut menguat pada 2026. Emas dinilai masih menjadi pilihan masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi.

Pengamat ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Gigih Prihantono, menilai ekspektasi risiko pada 2026 masih cukup tinggi. Hal itu mengakibatkan masyarakat cenderung mengamankan dana ke instrumen berisiko lebih rendah.

"Menurut saya ini menandakan pelaku usaha dan masyarakat menganggap bahwa 2026 masih penuh risiko dan ketidakpastian. Sehingga lebih memilih meletakkan dananya kepada aset-aset yang kecil sekali risikonya, seperti emas misalnya," ujar Gigih saat dihubungi detikJatim, Selasa (13/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gigih menjelaskan, kondisi tersebut tidak lepas dari situasi geopolitik global yang belum stabil sehingga masih berpotensi memicu gejolak ekonomi.

ADVERTISEMENT

"Mungkin beberapa kondisi geopolitik, seperti Amerika Serikat dan Venezuela. Kemudian juga melihat kebijakan pemerintah yang juga secara domestik atau nasional masih belum memberikan kepercayaan bagi para pelaku usaha, sehingga mereka masih wait and see untuk tahun 2026," jelasnya.

Meski demikian, Gigih justru mendorong masyarakat untuk mulai berani melirik investasi lain, terutama saat pasar berada dalam kondisi pesimistis. Ia menilai situasi ini bisa menjadi momentum untuk masuk ke aset riil.

"Karena kan bahwa takutlah ketika pasar optimis dan serakahlah pada ketika pasar menjadi pesimis gitu. Jadi kalau sekarang pasarnya pesimis, maka waktunya kita beli aset yang lagi turun," katanya.

Bagi masyarakat yang tetap memilih emas, Gigih menyebut ada beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan, baik emas digital maupun emas fisik.

Namun, ia mengingatkan agar tetap memperhatikan aspek keamanan dan legalitas.

"Emas digital juga bisa jadi pilihan, namun penerbitannya pastikan asli dan lain sebagainya. Tapi kalau takut, ya megang emas fisik oke, cuma perlu dipastikan tempat penyimpanannya," sarannya.

Ke depan, Gigih berharap pelaku usaha dan masyarakat tetap menjaga optimisme dan mulai memperhitungkan investasi ke sektor riil agar roda perekonomian bisa bergerak lebih kuat.

"Saran saya tetap optimis mulai perhitungkan untuk investasi ke sektor riil untuk mendapatkan hasil yang lebih baik," pungkasnya.

Sebagai diketahui, dilansir detikFinance, harga emas Antam pada Senin (12/1) kembali melonjak tinggi dan melanjutkan tren kenaikan sejak akhir pekan. Harga emas Antam 24 karat naik Rp 29.000 per gram ke level Rp 2.631.000 per gram.

Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak di kisaran Rp 2.488.000 hingga Rp 2.631.000 per gram. Sementara dalam sebulan terakhir, harga emas Antam juga menguat dari rentang Rp 2.462.000 hingga Rp 2.631.000 per gram. Adapun harga buyback juga naik Rp 29.000 per gram menjadi Rp 2.484.000 per gram.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads