Beberapa waktu lalu ramai jadi perbincangan dugaan BBM jenis Pertalite tercampur air di SPBU di Jalan Raya Babat-Bojonegoro, di Desa Banaran, Kecamatan Babat, Lamongan. Polisi sampai sempat turun tangan menyelidiki. Pertamina Patra Niaga pun membenarkan soal temuan BBM tercampur air. Simak penjelasan penyebabnya berikut ini.
Dugaan BBM tercampur Pertalite ini bermula dari komplain pelanggan pada Selasa (23/12) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Sebanyak 8 orang pelanggan pemilik sepeda motor jenis matic mengalami gangguan mesin, kendaraan tidak bisa distarter atau tidak menyala setelah melakukan pengisian BBM Pertalite di Pulau 2 (Dispenser 2) SPBU 54.622.05 Banaran.
Pihak kepolisian yang melakukan pengecekan bersama para petugas SPBU menggunakan pasta air mendapatkan hasil yang menunjukkan adanya campuran air dengan ketinggian sekitar 8 sentimeter di dalam tandon BBM Pertalite tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi membenarkan bahwa pada hari penanganan keluhan itu hasil pengecekan tangki produk Pertalite menunjukkan hasil bahwa BBM memang terindikasi tercampur air.
Dia pun menyebutkan penyebab mengapa BBM di dalam tandon tersebut sampai tercampur air hingga ketinggian mencapai 8 cm. Menurutnya, hal itu terjadi karena kawasan sekitar SPBU beberapa hari terakhir diguyur hujan lebat.
"Pada Selasa di lokasi SPBU terjadi hujan dengan intensitas yang cukup lebat, ketika hujan mulai reda dari kegiatan penyaluran dilaporkan beberapa masyarakat mengalami keluhan gangguan setelah melakukan pengisian di SPBU tersebut," terang Ahad.
Selanjutnya Ahad menjelaskan, saat ini SPBU dalam proses clearing lebih kurang selama dua minggu untuk penyaluran BBM jenis Pertalite. Untuk jenis BBM lainnya tetap berjalan normal. Pada masa clearing ini dilakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi kandungan air pada tangki BBM sebelum penyaluran kembali kepada masyarakat.
Ahad menyebutkan gerak cepat Pertamina ini adalah upaya untuk memastikan BBM yang diterima masyarakat dalam kualitas dan kuantitas yang baik dan untuk konsumen yang mengalami keluhan pasca pengisian diberikan ganti rugi perbaikan di bengkel terdekat.
"Dalam proses penyaluran BBM, Pertamina akan terus berupaya menjaga aspek Quantity and Quality (QQ) produk. Jika terdapat kendala teknis yang kemudian muncul, Pertamina akan berupaya melaksanakan penyelesaian segera demi memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat," tutup Ahad.
Pertamina Patra Niaga mengimbau kepada masyarakat yang menemukan pelanggaran dan ketidaknyamanan di SPBU silahkan dapat memberikan informasi ke Pertamina Contact Center 135 (Call Center Pertamina).
Sebelumnya, Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid menjelaskan bahwa Satreskrim Polres Lamongan lah yang telah bergerak cepat ke lapangan untuk melakukan pengecekan bersama Unit Reskrim Polsek Babat.
"Pengecekan dilakukan pada Selasa malam, (23/12) sekitar pukul 22.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan pihak SPBU," jelasnya.
Pelayanan pengisian BBM di pulau 2 SPBU itu ditutup sekitar pukul 20.30 WIB. Operator SPBU melakukan pengecekan BBM jenis Pertalite dengan memasukkan sampel BBM ke dalam botol air mineral. Dari hasil pengecekan visual, BBM Pertalite tampak berwarna biru keputihan yang diduga telah tercampur air.
"Petugas bersama pihak SPBU juga melakukan pengecekan terhadap tandon bawah tanah (tangki pendam) BBM jenis Pertalite yang masih berisi sekitar 5.000 liter. (Ditemukan) adanya campuran air di dalam tandon pendam Pertalite diduga disebabkan oleh rembesan air hujan yang masuk melalui penutup tandon," katanya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Hamzaid menyatakan bahwa pihak SPBU telah menindaklanjuti keluhan pelanggan dengan memberikan uang ganti rugi kepada konsumen yang membeli BBM Pertalite serta membawa kendaraan pelanggan ke bengkel untuk dilakukan perbaikan.
Dia juga menegaskan bahwa Satreskrim Polres Lamongan akan terus menindaklanjuti kasus ini dengan melakukan klarifikasi kepada pihak SPBU, baik pengawas maupun operator, serta melakukan koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Surabaya.
"Polres Lamongan akan terus memantau dan mendalami kejadian ini guna memastikan perlindungan terhadap konsumen serta mencegah kejadian serupa terulang kembali," tutupnya.
(irb/dpe)











































