Sepuluh tahun sudah Andreas (45) menghidupi keluarganya dengan bekerja sebagai pengemudi ojek online. Sehari-hari, ia menembus panas dan hujan jalanan Surabaya ditemani motor kesayangannya demi mengantongi cukup rupiah untuk kebutuhan anak dan istrinya.
Sebelum menjadi driver ojol, Andreas membantu sang istri yang memiliki usaha kue rumahan. Hingga pada 2016, ia mencoba peruntungan di jalanan sebagai pengemudi ojek online. Sejak saat itulah, sebagian besar waktunya dihabiskan di atas motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sehari, Andreas bisa berada di jalan selama delapan jam. Penumpang datang dan pergi, rezeki pun silih berganti. Namun, kendaraan yang setia menemaninya belum juga bisa ia ganti.
Sayangnya, usia motor yang kian menua membuat tarikan mesin melemah dan kerap "brebet" di tengah perjalanan. Di sisi lain, kondisi ekonominya belum memungkinkan untuk segera membeli kendaraan baru.
Dengan penghasilan kotor sekitar Rp 150.000 per hari, uang itu harus dibagi untuk kebutuhan rumah tangga, biaya sekolah anak, hingga kebutuhan tak terduga lainnya. Memiliki motor baru pun terasa seperti mimpi yang sulit digapai.
"Nominal penghasilan yang berkejaran dengan kebutuhan sehari-hari membuat saya susah ganti motor," ujarnya kepada detikJatim, Minggu (30/11/2025).
Harapan mulai terbuka pada 2023. Setelah berbagai pertimbangan, Andreas akhirnya memberanikan diri mengganti sepeda motornya melalui pembiayaan FIF. Keputusan itu diambil saat kondisi motornya yang lama sudah semakin tidak bisa diandalkan untuk bekerja, dan berbagai pertimbangan lain.
"Iya, lebih murah (FIF), kalau dikalkulasi bisa Rp 400-600 ribu bedanya," jelas Andreas.
Bukan hanya itu, proses pengajuan juga terbilang sederhana. Ia hanya diminta menyiapkan dokumen dasar. Tanpa proses administrasi yang berbelit-belit, pengajuan tersebut berjalan lancar.
"Syarat KTP, KK, dan fotokopi usaha," katanya.
Kini, lebih dari 27 bulan berjalan dari total tenor 35 bulan, Andreas tinggal menuntaskan beberapa cicilan terakhir. Motor barunya tak hanya mengantarnya mencari nafkah, tetapi juga menjadi moda transportasi keluarganya untuk berbagai aktivitas.
"Kalau tidak seperti ini, sulit beli motornya," ungkapnya.
Meski kesehariannya masih sederhana, Andreas merasa lebih tenang karena memiliki alat kerja yang lebih layak dan aman. Beban pikirannya pun sedikit berkurang karena tak lagi dihantui rasa cemas di tengah perjalanan.
"Proses dan pembiayaannya sudah bagus. Semoga bisa semakin banyak gratisannya," ujarnya sambil tertawa ringan.
Kisah Andreas menjadi gambaran kecil tentang bagaimana akses pembiayaan dapat membuka peluang bagi masyarakat kecil untuk tetap bertahan dan bergerak maju. FIF sendiri merupakan bagian dari Astra Financial, lini jasa keuangan Astra yang menghadirkan layanan One Stop Financial Solution, termasuk pembiayaan kendaraan yang banyak membantu masyarakat dalam memperoleh sarana mobilitas yang lebih baik.
(ihc/irb)











































