Jatim Tolak Impor Beras, Siap Pasok Kebutuhan Bulog

Kabar Ekonomi

Jatim Tolak Impor Beras, Siap Pasok Kebutuhan Bulog

Aulia Damayanti - detikJatim
Kamis, 01 Des 2022 15:08 WIB
Pekerja membongkar muat beras di gudang Bulog Divre Banten di Serang, Banten, Rabu (29/12/2021). Dirut Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan stok beras yang dimiliki pemerintah aman untuk konsumsi nasional hingga awal triwulan I 2022 dan akan bertambah 11,6 juta ton hasil panen peride Januari - Maret 2022 sehingga dipastikan masih surplus dan tidak perlu lagi mengimpor beras. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/wsj.
Beras bulog. (Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Surabaya -

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendesak agar pemerintah pusat tidak mengimpor beras. Jatim mengaku siap memasok beras ke gudang Bulog untuk memenuhi kebutuhan cadangan beras pemerintah (CBP).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur (Jatim) Hadi Sulistyo mengatakan, stok beras Jatim dalam kondisi aman, bahkan masih surplus.

Produksi padi Jatim pada periode Januari-Oktober 2022 diperkirakan mencapai 9,2 juta ton atau setara 5,9 juta ton beras. Sedangkan kebutuhan untuk konsumsi masyarakat Jatim pada periode Januari-Oktober 2022 sebesar 2,8 juta ton.

"Sesuai data, stok beras menunjukkan bahwa Jawa Timur masih surplus," kata Hadi dilansir dari detikFinance, Kamis (1/12/2022).

Pada November 2022, Provinsi Jatim juga panen beras dengan luas panen mencapai 105 ribu hektare, setara beras 389.000 ton.

Dari hasil faktual, di beberapa penggilingan padi kecil dan pedagang-pedagang Jatim, terdata ada 57 ribu ton beras dan masih banyak gabah kering giling maupun beras di penggilingan padi besar yang tersedia.

"Jadi bisa dipastikan beras di Jatim tersedia dan stok aman. Kami sangat berharap agar tidak impor, tapi stok dalam negeri diserap optimal oleh Bulog sesuai harga yang berlaku di lapangan sehingga membantu dan menyejahterakan petani," ujar Hadi.

Tidak hanya Jawa Timur, Pemprov Jawa Barat juga menyampaikan agar pemerintah pusat tidak mengimpor beras. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Dadang Hidayat yang memastikan bahwa beras di Jabar juga masih surplus.

Sebagai informasi, rencana impor beras awalnya disampaikan Perum Bulog. Salah satu BUMN pangan itu menyampaikan telah melakukan kerja sama dengan beberapa negara untuk persiapan impor beras guna memenuhi pasokan CBP di gudang Perum Bulog.

Rencana itu menguat saat setelah rapat dengan Komisi IV DPR RI dihadiri jajaran Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog. Dalam kesempatan itu disampaikan kondisi CBP sudah di angka mengkhawatirkan, jika terus menurun sulit bagi Bulog menjalankan tugas mengendalikan harga beras.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menyampaikan beras impor yang disiapkan untuk diimpor ke Indonesia sudah resmi dibeli. Impor beras ini dilakukan untuk memenuhi pasokan cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog.

"Sekarang kita beli tapi tetap di luar barangnya. Belinya sudah, impornya belum. Sekarang kita masih kasih kesempatan, karena saya belum 1-2 hari ini belum kontak lagi," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Menurutnya, impor beras mesti dilakukan jika dalam waktu 6 hari Kementerian Pertanian tidak mampu memenuhi kebutuhan pasokan beras ke Bulog.

"Kalau nggak salah dikasih waktu 6 hari. Kalau memang nggak ada lagi, kita nggak boleh main-main. Kita harus beli agar stoknya cukup. Kalau diperlukan (stok), segara (impor)!" lanjutnya.



Simak Video "Jawaban Syahrul Yasin Limpo usai Didesak Mundur PDIP Dari Mentan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/dte)