Operator Tambang Emas Banyuwangi Kembali Serahkan Lakom ke KLHK

Ardian Fanani - detikJatim
Kamis, 15 Sep 2022 18:24 WIB
pt bsi serahkan lakom ke KLHK
PT BSI serahkan lakom ke KLHK RI (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Operator tambang emas Gunung Tumpangpitu, Banyuwangi kembali menyerahkan lahan kompensasi (Lakom) kepada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Penyerahan lahan itu merupakan kali keempat yang dilakukan. Lahan yang diserahkan berada di Kabupaten Sukabumi seluas 430,4 hektare.

Penyerahan dilakukan oleh Direktur PT BSI, Cahyono Seto kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian LHK, Dyah Murtiningsih, di Jakarta, Kamis (15/9/2022).

"Kami serahkan lahan kompensasi keempat kalinya. Ini sebagai komitmen kami dalam aturan yang berlaku di negara ini," ujar Cahyono Seto, Direktur PT BSI kepada wartawan.

Lahan kompensasi (Lakom) adalah lahan yang harus diserahkan oleh pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (sekarang digantikan oleh Persetujuan Pengunaan Kawasan Hutan/PPKH) dalam wujud yang Clear and Clean dan sudah direboisasi.

Untuk Provinsi Jawa Timur yang kawasan hutannya kurang dari 30 persen dari luas daratan provinsi tersebut, maka pemegang IPPKH berkewajiban menyediakan dan menyerahkan lakom minimal dua kali lipat, dari luas kawasan hutan yang dipakai.

Saat ini, kata Cahyono Seto, PT BSI, anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, mengoperasikan tambang emas di Banyuwangi, memegang IPPKH seluas 992 hektare. Berdasarkan peraturan yang berlaku saat itu, BSI wajib menyediakan dan meyerahkan lakom seluas 1.984 hektare.

"Total luas lakom yang BSI akan serahkan adalah 2.016,69 hektare, atau 32 hektare lebih luas dari yang diwajibkan," tambahnya.

Sebelumnya, PT BSI telah menyerahkan lakom tahap pertama di Bondowoso Jawa Timur seluas 100,32 hektare pada 21 September 2020 lalu. Tahap kedua di Sukabumi seluas 857,26 hektare pada 9 September 2021 dan tahap ketiga di Bondowoso Jawa Timur seluas 215,66 hektare pada 12 Oktober 2021.

"Kami sangat bergembira dapat berkontribusi dalam pelestarian dan perluasan kawasan hutan Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Kami berharap lahan ini akan meningkatkan kawasan hutan di Pulau Jawa dan dapat bermanfaat sebagai ekosistem yang sehat bagi lingkungan," pungkasnya.

Sebelum melakukan serah terima, tim dari Kementerian LHK melalui Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat; Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) serta Perum Perhutani, telah melakukan penilaian langsung di lahan kompensasi di Kabupaten Sukabumi.

Penilaian ini berlangsung di beberapa Desa pada wilayah Kecamatan Jampang dan Tipar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Tanaman yang digunakan untuk proses reboisasi antara lain Jati, Rimba campur dan Pinus.

Tim Penilai di lapangan mendapatkan hasil penilaian secara terukur dengan persentase tumbuh tanaman paling 77,51% dan lahan dinyatakan dalam kondisi sehat, sebagai acuan standar yang dicapai.

"Berdasarkan Peraturan MenLHK no. P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/10/2019 tentang Penanaman Dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai, persentase tumbuh tanaman minimum harus mencapai 75 persen; hasil penanaman reboisasi pada kompensasi PT. Bumi Suksesindo seluas 430,4 Hektare mencapai 77,51% dan dinyatakan Berhasil," tulis tim penilai dalam surat penyerahan lahan kompensasi itu.



Simak Video "Pilu Korban Banjir di Banyuwangi, Rumah Rata Disapu Air Bah"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)