Sistem Bongkar Muat hingga Monitoring Kontainer Kini Bisa Secara Daring

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Selasa, 14 Jun 2022 23:41 WIB
depo sbn
Depo SBM, aplikasi yang memudahkan pengguna jasa pengiriman laut (Foto: Praditya Fauzi Rahman)
Surabaya -

Tol Laut merupakan konsep pengangkutan logistik kelautan di Indonesia yang diinisiasi oleh Presiden Jokowi. Tujuannya, untuk menghubungkan sesama pelabuhan besar yang ada di Indonesia, terutama untuk kelancaran distribusi dan pemerataan harga logistik barang hingga ke pelosok Indonesia.

Secara umum ada dua jenis pelabuhan, yakni curah dan non-curah (peti kemas). Secara fungsi, ada transfer interface antara kapal pengangkut kontainer dengan moda transportasi lain. Selain itu, ada pula tempat penyimpanan sementara kontainer, hingga menangani semua data yang berhubungan dengan status kontainer.

Namun, selama ini seluruh sistem yang diberlakukan dilakukan secara manual. Maka dari itu, Anak usaha PT PELNI (Persero), yakni PT PBM Sarana Bandar Nasional membesut aplikasi baru yakni Depo SBN. Tujuannya, untuk meningkatkan layanan kepada para pengguna jasa baik pengirim barang (shipper) maupun penerima barang (consignee) secara terintegrasi dan serba digital.

Direktur Operasi dan Pengembangan Usaha PT PBM Sarana Bandar Nasional, Murdiyoto mengatakan, aplikasi yang dijuluki Manajemen Depo dan Container Monitoring bakal memudahkan proses pengiriman barang yang selama ini berlangsung secara manual. Baik untuk shipper, mau pun consignee dalam pengiriman barang di kapal tol laut maupun kapal penumpang PT PELNI.

Murdiyoto menjelaskan, dengan sistem online, bisa melakukan booking handling bisa melalui gawai atau aplikasi.

"Kalau sebelumnya harus manual dan datang ke lokasi Depo, saat ini sudah bisa langsung via aplikasi atau website," kata Muryoto saat ditemui detikJatim, Selasa (14/6/2022).

Muryoto mengatakan pengguna juga dapat memilih nomor dan kondisi kontainer. Sebab, ada daftar kontainer yang tersedia dalam aplikasi tersebut tanpa wajib datang ke lokasi.

"Selain itu, shipper bisa memantau pergerakan pada aplikasi smartphone, mulai handling muatan, pengisian barang di kontainer (stuffing), proses pengangkutan ke dermaga (haulage), sampai proses pemuatan ke atas kapal (stevedoring)," ujar mantan Dirut Pelni Surabaya itu.

Seperti halnya online tracking, pengguna juga bisa melihat proses pengangkutan dalam pelayaran. Mulai dari proses pembongkaran di pelabuhan tujuan, sampai proses pengangkutan ke gudang penerima yang dapat dimonitor dan diupdate kegiatannya oleh para petugas SBN.

Perihal proses pembayaran, bisa dilakukan secara daring melalui virtual account dan tunai. Bila seluruh proses sudah dilakukan, pengguna jasa bisa memonitor lokasi dan jumlah kontainer kosong di setiap pelabuhan.

Muryoto berharap, layanan pada shipper dan consignee di seluruh Indonesia, bisa dilakukan dalam satu pintu. Kendati, pihaknya juga tengah membangun aplikasi lainnya sebagai yang diperuntukkan dalam penerapan digitalisasi logistik, diantaranya untuk Transportation Management System (TMS) dan Bongkar Muat.

"Sehingga, layanan kepada pengguna jasa dapat dilakukan secara digital, mudah, cepat, dan aman" tutupnya.

PT SBN sendiri adalah anak usaha PELNI yang bergerak di bidang bongkar muat. Dalam penerapannya, mendukung induk usaha sebagai pengangkut dalam hal handling muatan mulai pelabuhan pemuatan sampai tiba di tujuan atau diterima di gudang consignee sedari 1986.



Simak Video "Konser Westlife di Surabaya Obati Rindu Fan"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)