Angin puting beliung menerjang Dusun Kepung Barat, Desa/Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan sedikitnya 86 rumah warga terdampak, dengan kerusakan didominasi bagian atap rumah.
Kapolsek Kepung AKP Rudi Darmawan mengatakan, angin kencang datang secara tiba-tiba saat kondisi cuaca mendung. Terjangan angin tersebut mengakibatkan sejumlah atap rumah warga mengalami kerusakan.
"Angin kencang atau puting beliung terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu kondisi cuaca mendung, kemudian secara tiba-tiba angin kencang menerjang lingkungan Dusun Kepung Barat," kata AKP Rudi Darmawan kepada detikJatim, Rabu (4/11/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pendataan sementara, kerusakan tersebar di sejumlah RT. Di RT 14 tercatat sembilan rumah terdampak, RT 17 sebanyak 14 rumah, dan RT 18 sebanyak 63 rumah. Sementara itu, pendataan di RT 16 masih berlangsung.
"Untuk sementara, rumah warga yang terdampak kurang lebih 86 rumah. Itu masih data sementara karena di beberapa titik masih dilakukan pendataan," jelasnya.
Selain merusak rumah, angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di halaman rumah warga dan beberapa simpul jalan. Namun, pohon-pohon tersebut telah dibersihkan melalui kerja bakti bersama agar akses jalan kembali lancar.
Pasca kejadian, petugas bersama unsur relawan dan masyarakat langsung melakukan pendataan serta membantu warga membersihkan puing-puing material bangunan.
Baca juga: Awas Cuaca Ekstrem Landa Jatim Pekan Ini! |
Kegiatan tersebut melibatkan Polsek Kepung, Koramil Kepung, FKDM, PMI Kabupaten Kediri Pos Pare, TSBD dan TSBK Kepung, Basarda Lereng Kelud, serta perwakilan Tagana.
"Setelah kejadian, kami bersama unsur terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan kerja bakti membantu warga membersihkan puing-puing akibat angin puting beliung," ungkap Rudi.
Meski menyebabkan puluhan rumah rusak, dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Tingkat kerusakan rumah sementara masuk kategori ringan, dengan mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap yang menggunakan material genteng dan seng.
"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Untuk kerusakan rumah sementara masuk kategori ringan dan didominasi kerusakan pada bagian atap rumah, baik genteng maupun seng, tidak ada korban jiwa," pungkasnya.
