Seorang warga Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, berinisial K diamankan karena diduga menyebabkan kebakaran di TPA Supiturang, Kota Malang. Sejumlah barang bukti turut disita penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota dalam pengungkapan tersebut.
"Saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut, guna mendapatkan kepastian hukum," ujar Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Septiawan Adhi Prihantoro saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026).
Septiawan mengaku, pihaknya telah meminta keterangan 15 saksi, yang terdiri dari warga hingga petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang berada di lokasi saat awal kebakaran terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari proses penyelidikan itu terungkap bagaimana titik api berasal hingga mengakibatkan kebakaran di TPA Supiturang pada Rabu (21/10/2026) lalu.
Septiawan menyebut, salah satu saksi berinisial Y memberikan sebuah informasi melalui pesan WhatsApp (WA) terkait adanya sebuah kumpulan asap kepada pelapor sekitar pukul 12.00 WIB.
Kemudian pelapor melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan terlihat ada beberapa titik api.
"Setelah itu pelapor mencoba melakukan koordinasi dengan warga sekitar untuk mencari tahu penyebab munculnya titik api," bebernya.
Dari informasi yang dihimpun dari masyarakat dan petani sekitar, lanjut Septiawan, pelapor mendapatkan keterangan bahwa mereka sempat melihat keberadaan dua orang yang ciri-cirinya kini sesuai dengan terduga pelaku.
Setelah mendapatkan banyak keterangan, pelapor akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Malang Kota.
"Selanjutnya pihak Satreskrim Polresta Malang Kota melakukan upaya penyelidikan," tegasnya.
Api yang diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang terduga pelaku, kemudian membakar dedauan pohon bambu di lokasi, hingga kemudian bara api membakar gunungan sampah di TPA Supiturang.
Saat ini proses penyidikan masih terus berlangsung. Kemudian, dalam waktu dekat penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka.
"Kita sangkakan Pasal 311 sama 308 KUHP tentang kebakaran yang tidak disengaja, menimbulkan kealpaan," pungkasnya.
