Bupati Subandi Minta Forum CSR Bantu Tekan Pengangguran di Sidoarjo

Bupati Subandi Minta Forum CSR Bantu Tekan Pengangguran di Sidoarjo

Suparno - detikJatim
Senin, 26 Okt 2026 21:15 WIB
Bupati Sidoarjo Subandi
Bupati Sidoarjo Subandi (Foto: Istimewa)
Sidoarjo -

Bupati Sidoarjo Subandi mendorong Forum Corporate Social Responsibility (CSR) berperan aktif membantu menekan angka pengangguran di Kabupaten Sidoarjo. Dia meminta perusahaan yang beroperasi di Kota Delta turut membuka kesempatan kerja bagi warga lokal sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Hal itu disampaikan Subandi saat audiensi penguatan Forum CSR bersama jajaran pejabat daerah, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta di Ruang Transit Pendopo Delta Wibawa, Senin (26/10/2026).

Subandi mengatakan, keberadaan Forum CSR harus menjadi wadah untuk menyelaraskan kontribusi perusahaan dengan program prioritas pembangunan daerah. Salah satunya melalui penguatan penyerapan tenaga kerja lokal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Komunikasi dengan perusahaan harus terus dibangun. Kita ingin masyarakat Sidoarjo juga mendapatkan kesempatan bekerja di daerahnya sendiri," ujar Subandi kepada wartawan, Senin (26/10/2026).

Menurutnya, persoalan pengangguran tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah. Kolaborasi dengan dunia usaha diperlukan agar kebutuhan tenaga kerja perusahaan dapat sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

Subandi menyebut jumlah perusahaan di Sidoarjo mencapai sekitar 6 ribu perusahaan. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan untuk mendukung pembangunan sekaligus membantu mengatasi berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Dia menegaskan, penguatan pengelolaan CSR juga semakin penting di tengah pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan sumber pembiayaan alternatif di luar APBD agar program prioritas tetap berjalan.

"Tentunya, kontribusi dunia usaha akan mendukung pembangunan daerah. Mulai infrastruktur, penanganan persoalan sosial dan lingkungan, hingga pendidikan," kata Subandi.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang selama ini berkontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten Sidoarjo.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang sudah berkontribusi untuk Sidoarjo. Potensi ini harus kita kelola bersama agar program CSR benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," imbuhnya.

Subandi meminta penyaluran CSR dikelola melalui satu pintu agar lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Dengan mekanisme tersebut, program perusahaan diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Selain penyerapan tenaga kerja, Subandi mendorong agar program CSR diselaraskan dengan kebutuhan infrastruktur masyarakat. Koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) perlu diperkuat agar bantuan perusahaan dapat diarahkan pada program prioritas.

Dia juga mengusulkan skema pembagian dukungan pembangunan dengan komposisi 70 persen dari pemerintah dan 30 persen dari CSR. Namun, skema tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut dengan mempertimbangkan kebutuhan program dan kemampuan masing-masing pihak.

"Jangan sampai programnya berjalan sendiri-sendiri. Kita rumuskan bersama agar kontribusi CSR tepat sasaran, dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat," tegasnya.

Subandi menambahkan, sinergi pemerintah dan dunia usaha juga diperlukan dalam penataan wilayah, termasuk penempatan kawasan industri, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, seluruh perencanaan harus selaras dengan tata ruang dan masterplan daerah agar pertumbuhan ekonomi tetap memperhatikan kepentingan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.

"Saya titip. Dengan adanya Forum CSR ini, kegiatannya harus benar-benar berjalan, bukan hanya sebatas nama. Apa pun programnya perlu dikoordinasikan melalui satu pintu supaya jelas arah dan manfaatnya," pesannya.

Sementara itu, Ketua Forum CSR Herti menyampaikan bahwa forum tersebut dibentuk untuk memperkuat kontribusi dunia industri dalam pembangunan Kabupaten Sidoarjo.

Forum CSR diharapkan mampu mendorong tata kelola tanggung jawab sosial perusahaan yang lebih baik dan sesuai regulasi, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

Melalui penguatan Forum CSR, Pemkab Sidoarjo berharap kontribusi dunia usaha tidak hanya mendukung pembangunan infrastruktur dan program sosial, tetapi juga membantu memperluas kesempatan kerja bagi warga lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads