Hari Keenam Kebakaran TPA Supiturang Malang, Hotspot Masih Tersisa

Hari Keenam Kebakaran TPA Supiturang Malang, Hotspot Masih Tersisa

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 26 Okt 2026 15:00 WIB
Hari keenam pemadaman kebakaran TPA Supiturang
Hari keenam pemadaman kebakaran TPA Supiturang (Foto: Istimewa)
Malang -

Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supiturang, Kota Malang, memasuki hari keenam pada Senin (26/10/2026). Meski jumlah titik api terbuka kini semakin minim, petugas masih menemukan sejumlah titik panas atau hotspot yang membutuhkan penanganan intensif.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan, pemadaman difokuskan di zona Old Landfill sisi barat. Area tersebut menjadi perhatian karena merupakan lokasi awal munculnya api dalam kebakaran TPA Supiturang.

"Secara umum juga jumlah titik api sudah sangat minim. Hanya saja memang titik panas atau hotspot masih dijumpai di beberapa zona area," kata Pandu kepada wartawan, Senin (26/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pandu menjelaskan, pada hari kelima pemadaman, Minggu (25/10), petugas berupaya mengurangi jumlah hotspot menggunakan teknik injeksi air.

Proses tersebut juga dibantu alat berat berupa ekskavator dan bulldozer untuk mengurai material sehingga titik-titik panas dapat terbuka dan lebih mudah dijangkau petugas.

ADVERTISEMENT

Menurut Pandu, api bermula dari sambaran yang berasal dari wilayah seberang sungai, tepatnya di kawasan Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Petugas kemudian memusatkan penanganan pada area terdampak untuk menekan potensi munculnya kembali titik api.

Hujan yang turun selama dua hari terakhir turut membantu proses penanganan, terutama membersihkan udara dari partikel debu dan kotoran akibat residu pembakaran.

Namun, hujan dengan intensitas ringan dan durasi singkat belum cukup efektif mengurangi hotspot yang berada di kedalaman tanah.

"Untuk efektivitas hujan untuk menurunkan jumlah hotspot atau titik panas ini belum signifikan, karena hujan masih dalam intensitas yang kecil, gerimis kecil, kemudian untuk durasi waktu yang masih singkat," jelasnya.

Pandu berharap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat turun lebih lama agar air meresap ke dalam tanah dan menjangkau titik-titik panas yang masih tersisa. Kondisi tersebut diharapkan bisa mempercepat proses pemadaman.

Pemadaman melalui jalur udara juga telah dilakukan pada hari kemarin. Satu unit helikopter dikerahkan untuk membasahi area gunungan sampah yang terbakar.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads