Kata BNPB Usai 6 Relawan Meninggal Saat Karhutla Bromo: Kita Evaluasi

Kata BNPB Usai 6 Relawan Meninggal Saat Karhutla Bromo: Kita Evaluasi

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Jumat, 23 Okt 2026 22:06 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi memberikan keterangan didepan awak media
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Kota Batu -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengevaluasi proses dan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah berjalan. Evaluasi ini dilakukan usai enam orang relawan meninggal saat bertugas memadamkan api di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Kristomei Sinaturi, mengatakan bahwa evaluasi yang akan dilakukan kedepannya berfokus pada analisa kronologi hingga metode penanganan yang dilakukan tim gabungan di lapangan saat melakukan penanganan karhutla.

"Nanti kita akan mempelajari laporan dari wilayah. Apa saja yang bisa kita evaluasi dan bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi," terang Kristomei kepada awak media di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (23/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hasil evaluasi terhadap cara kerja nanti akan menjadi acuan BNPB untuk menyusun arahan dan prosedur keselamatan. Sehingga dalam menjalankan tugas, personel di lapangan bisa bergerak lebih aman dan mengutamakan keselamatan.

ADVERTISEMENT

"Sehingga ke depan, kita bisa memberikan arahan kepada seluruh anggota kita di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Kristomei juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran, terlebih di area yang sangat berpotensi menyebabkan karhutla serta berdampak kepada masyatakat sekitar.

"Kami pesan kepada masyarakat, jangan lagi ada yang melakukan pembakaran, gitu ya. Karena di satu sisi ini saudara-saudara kita berusaha mati-matian untuk memadamkan api sampai ada yang jadi korban, satu sisi masih ada yang membakar. Ya, sampai kapanpun enggak akan selesai," terangnya.

"Jadi, tolong hentikan pembakaran, karena dampaknya itu berdampak kepada semuanya, enggak hanya orang, tapi seluruh masyarakat. Perekonomian, anak sekolah, anak-anak kita sakit paru-paru. Tolong sekali lagi ini tolong betul-betul sampaikan kepada masyarakat," imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak segan-segan akan mendorong aparat hukum untuk menindak tegas para oknum yang sengaja melakukan pembakaran hingga menyebabkan karhutla.

"Kalau memang ada indikasi menemukan orang-orang yang melakukan pembakaran itu, kita tangkap, kita serahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses hukum," tandasnya.

Sebagai informasi, akun resmi UPT BBTN Bromo Tengger Semeru mengunggah 6 korban petugas relawan yang meninggal usai pelaksanaan pemadaman kebakaran di Resort Tengger Laut Pasir, Seksi PTN Wilayah I, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo. Keenamnya adalah Sukaris, Hendra Rony Wagiyanata, Wisnu Yudha Pratama, Safriel Ardiansyah, Munawi, dan Suraji.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads