Pilu 6 Nyawa Melayang Saat Padamkan Dahsyatnya Karhutla Bromo

Round Up

Pilu 6 Nyawa Melayang Saat Padamkan Dahsyatnya Karhutla Bromo

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Sabtu, 24 Okt 2026 07:00 WIB
Korban keenam akibat karhutla Gunung Bromo
Korban keenam akibat karhutla Gunung Bromo.Foto: Istimewa
Probolinggo -

Jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, bertambah menjadi enam orang. Korban keenam bernama Suraji, karyawan yang bekerja sebagai petugas keamanan Artotel Bromo, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama sembilan hari akibat luka bakar serius.

Suraji mengembuskan napas terakhir pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, ia sempat dirawat di RSUD Tongas sebelum dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Direktur RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo, dr Catur Prangga Wadana, membenarkan kabar meninggalnya Suraji. Ia mengatakan kondisi korban masih belum stabil meski telah menjalani operasi cangkok kulit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terakhir setelah operasi cangkok kulit, kondisinya masih tidak stabil. Memang masuk ICU," ujar dr Catur saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Jumat (23/10/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, para korban karhutla tersebut rata-rata mengalami luka bakar luas lebih dari 50 persen pada tubuh. Cedera pada saluran pernapasan turut memperberat kondisi para korban.

"Rata-rata semuanya mengalami luka bakar di seluruh tubuh, lebih dari 50 persen. Yang berat di saluran napas," jelasnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto membenarkan kabar meninggalnya Suraji. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan belasungkawa atas bertambahnya korban jiwa dalam peristiwa karhutla tersebut.

"Benar (meninggal dunia). Kami atas nama Pemprov Jatim menyampaikan duka mendalam," kata Gatot Soebroto kepada detikJatim, Jumat (23/10/2026).

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan pemerintah telah memantau perkembangan korban yang menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Ia memastikan rumah sakit telah berupaya memberikan penanganan terbaik kepada para korban.

"Ibu Gubernur sudah bilang tangani semaksimal mungkin, nggak usah ngomong administrasi apa sama sekali. Tapi memang kondisinya kritis, teman-teman," jelasnya.

"RSUD Soetomo semaksimal mungkin sudah memberikan dayanya upayanya untuk menyembuhkan. Kita mendoakan karena yang bersangkutan ini gugur dalam menjalankan tugas melindungi warga dari, dari potensi meluasnya kebakaran hutan," terangnya.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terjadi pada Kamis (15/10/2026). Api membakar kawasan perbukitan di sekitar Mentigen dan Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Saat kejadian, sejumlah petugas dan karyawan hotel berupaya menangani kebakaran yang melanda kawasan tersebut. Namun, kondisi api yang membesar membuat enam orang terjebak dan mengalami luka bakar serius.

Para korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Mereka sempat mendapatkan perawatan di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo. Sejumlah korban dengan kondisi berat kemudian dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan intensif.

Meski telah mendapatkan penanganan medis, kondisi para korban terus memburuk. Saat itu, Sukaris, Hendra Rony Wagiyanata, Sefril Ardiansyah, dan Wisnu Yudha Pratama lebih dahulu meninggal dunia. Munawi kemudian menyusul pada Senin (19/10/2026), sedangkan Suraji meninggal pada Jumat (23/10/2026) setelah menjalani perawatan selama sembilan hari.

Dengan meninggalnya Suraji, seluruh enam korban yang terjebak dalam peristiwa karhutla Bromo tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Identitas 6 Korban Karhutla Bromo

Enam orang menjadi korban dalam kebakaran yang terjadi di kawasan Bukit Timur Mentigen Point, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (15/10/2026). Mereka mengalami luka bakar saat berupaya membantu memadamkan api yang membakar kawasan perbukitan tersebut.

Berikut identitas keenam korban:

1. Sukaris (55)

Sukaris merupakan petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS). Ia menjadi salah satu korban yang meninggal dunia setelah terjebak kobaran api saat upaya pemadaman karhutla.

2. Hendra Rony Wagiyanata

Hendra merupakan petugas BB TNBTS yang turut terlibat dalam tim gabungan penanganan kebakaran. Ia sempat dilarikan ke RSUD Tongas untuk mendapatkan perawatan akibat luka bakar, tetapi nyawanya tidak tertolong.

3. Sefril Ardiansyah (19)

Sefril merupakan karyawan sekuriti hotel yang juga dikenal sebagai atlet panjat tebing. Ia menjadi salah satu korban meninggal dalam peristiwa kebakaran tersebut.

4. Wisnu Yudha Pratama (25)

Wisnu merupakan karyawan Artotel Bromo. Ia meninggal dunia setelah terjebak kobaran api ketika upaya pemadaman karhutla berlangsung.

5. Munawi

Munawi merupakan anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) yang berasal dari Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Ia mengalami luka bakar serius dan sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Munawi meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelumnya, kondisi korban sempat dilaporkan stabil setelah menjalani tindakan cangkok kulit pada Jumat (16/10).

6. Suraji

Suraji merupakan warga Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, yang bekerja sebagai petugas keamanan Artotel Bromo. Ia mengalami luka bakar serius ketika berupaya membantu memadamkan kebakaran di kawasan Gunung Bromo.

Suraji sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Tongas sebelum dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya. Ia juga menjalani operasi cangkok kulit, tetapi kondisinya tidak stabil dan memerlukan perawatan di ruang ICU.

Suraji meninggal dunia pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB setelah menjalani perawatan selama sembilan hari.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
[Gambas:Video 20detik] (abq/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads