Sampah Sungai Kalimat Banyuwangi Menumpuk Lagi, Ini Langkah Pemkab

Sampah Sungai Kalimat Banyuwangi Menumpuk Lagi, Ini Langkah Pemkab

Eka Rimawati - detikJatim
Jumat, 23 Okt 2026 18:45 WIB
Bupati Ipuk saat sidak di Sungai Kalimat Banyuwangi
Bupati Ipuk saat sidak di Sungai Kalimat Banyuwangi (Foto: Istimewa)
Banyuwangi -

Sampah di Sungai Kalimati, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kembali menumpuk setelah sempat dibersihkan melalui aksi kolaborasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kini menyiapkan penanganan terintegrasi, mulai dari pembersihan sungai hingga pemasangan CCTV untuk mencegah pembuangan sampah sembarangan.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau kawasan Sungai Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kamis (22/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan sampah tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi berlanjut melalui sistem pengelolaan dan pengawasan yang berkelanjutan.

Ipuk mengatakan, persoalan sampah di muara Sungai Kalimati tidak cukup diselesaikan dengan membersihkan tumpukan sampah. Sebab, sampah kembali menumpuk beberapa minggu setelah kawasan tersebut dibersihkan melalui kolaborasi Pemkab Banyuwangi, warga, Sungai Watch, dan berbagai pihak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan membersihkan sungai. Harus ada perubahan perilaku, sistem pengelolaan sampah yang baik, dan pengawasan bersama agar sampah tidak kembali menumpuk," ujar Ipuk.

Untuk itu, Pemkab Banyuwangi menyiapkan rencana aksi komprehensif di sepanjang 1.645,82 meter alur Sungai Kalimati. Penanganan dirancang secara bertahap, mulai dari pembersihan skala besar, pencegahan pembuangan sampah di sungai, hingga pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha di sekitar sungai.

ADVERTISEMENT

Sebagai langkah awal akan dilakukan kerja bakti massal pada Senin (26/10/2026). Pemkab akan mengerahkan alat berat serta melibatkan warga, nelayan, dan perangkat untuk membersihkan aliran sungai dari tumpukan sampah.

"Pengerukan dan pengangkutan sampah akan dilakukan ke tempat pembuangan akhir yang sesuai. Kami juga akan memasang imbauan larangan membuang sampah sembarangan," jelas Ipuk.

Setelah pembersihan, Pemkab Banyuwangi berencana memasang paranet di sepanjang bagian atas sungai untuk membatasi akses pembuangan sampah ke sungai. Pemasangan ditargetkan berlangsung dalam rentang satu hingga enam bulan. Selain itu, kamera CCTV akan dipasang di sejumlah titik strategis untuk memantau aktivitas di sepanjang aliran sungai sekaligus mencegah pembuangan sampah secara sembarangan.

"Pemantauan melalui CCTV diharapkan memperkuat pengawasan dan mencegah orang membuang sampah ke sungai. Warga yang ketahuan, akan kita minta untuk mengambil sampahnya di sungai kembali. Namun, yang paling penting adalah kesadaran bersama untuk menjaga sungai tetap bersih," tutur Ipuk.

Upaya tersebut akan dilanjutkan dengan mengajak warga membuat kesepakatan bersama Banyuwangi Hijau terkait pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Skema ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pabrik, pemilik tambak, dan masyarakat di sekitar kawasan sungai.

Ipuk berharap, penanganan Sungai Kalimati tidak hanya mengatasi persoalan sampah dan dampak kesehatan lingkungan, tetapi juga membuka peluang pengembangan kawasan yang lebih produktif.

"Kita ingin Sungai Kalimati benar-benar bersih, lingkungannya sehat, dan masyarakatnya ikut menjaga. Kalau ini bisa kita lakukan bersama secara konsisten, kawasan ini bukan hanya terbebas dari sampah, tetapi juga punya potensi untuk dikembangkan menjadi pusat kuliner yang menggerakkan ekonomi warga," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads