Polemik Kematian Bocah Difabel di Medokan Ayu, BPBD Surabaya Buka Suara

Polemik Kematian Bocah Difabel di Medokan Ayu, BPBD Surabaya Buka Suara

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 23 Okt 2026 19:15 WIB
Tak ditemukan riwayat panggilan RT saat bocah difabel di Surabaya tewas
Tak ditemukan riwayat panggilan RT saat bocah difabel di Surabaya tewas. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Ketua RT 12 Tambak Medokan Ayu, Suhadi, menyebut istrinya berupaya menghubungi layanan darurat Command Center (CC) 112 saat Zulkarnain Abdil Aziz (10), bocah difabel di Surabaya diduga di-bully hingga akhirnya meninggal. Soal klaim ini, BPBD Surabaya buka suara.

Berdasarkan pengecekan yang telah dilakukan Command Center 112 Surabaya yang berada di bawah BPBD Surabaya, tidak ditemukan riwayat panggilan dari nomor telepon Suhadi maupun istrinya pada 12 September 2026, yakni pada saat kejadian dugaan perundungan hingga korban meninggal.

Kepala BPBD Surabaya Irvan Widyanto mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan bersama penyedia layanan telepon Jasnita. Pihaknya juga mengonfirmasi langsung kepada Suhadi terkait upaya menghubungi layanan darurat tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil pengecekan bersama Jasnita di Aplikasi Sakti 112, nomor Bapak Suhadi tidak ditemukan dalam histori sistem telepon 112 dan istrinya juga tidak ditemukan dalam histori sistem telepon 112," kata Irvan kepada detikJatim, Jumat (23/10/2026).

Irvan menjelaskan, petugas BPBD telah berupaya menghubungi nomor telepon Suhadi dan istrinya untuk mengonfirmasi waktu panggilan serta kemungkinan penggunaan nomor lain.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan keterangan Suhadi kepada petugas, istrinya yang berupaya menghubungi CC 112 saat berada di lokasi kejadian dengan menggunakan nomor telepon miliknya.

"Pada saat menghubungi 112 belum sampai terhubung dengan operator atau belum ada nada dering pencet '0' untuk berbicara dengan operator penelpon langsung mematikan panggilan karena merasa panik sehingga pelapor beralih menghubungi Puskesmas terdekat yakni Medokan Ayu," jelasnya.

Kepada petugas BPBD Surabaya, Suhadi mengaku istrinya mencoba menelepon CC 112 sebanyak dua kali pada 12 September 2026. Namun, menurut keterangannya, panggilan tersebut belum sampai berdering.

Selain memeriksa riwayat panggilan telepon, petugas juga mengecek laporan melalui WhatsApp Toschat WA 112. Hasilnya, tidak ditemukan laporan dari kedua nomor tersebut melalui kanal itu.

"Petugas juga memastikan dengan melakukan pengecekan di Whatsapp Toschat WA 112, dengan hasil kedua nomor tersebut tidak melakukan laporan di Toschat WA 112," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads