'Kado' Gus Fawait Untuk Warga Jember di Hari Santri 2026

'Kado' Gus Fawait Untuk Warga Jember di Hari Santri 2026

Faiq Azmi - detikJatim
Kamis, 22 Okt 2026 22:30 WIB
Bupati Jember Gus Fawait
Bupati Jember Gus Fawait (Foto: Istimewa)
Jember -

Bupati Jember Gus Fawait memberi kabar bahagia untuk warga Jember di Hari Santri tahun 2026. Angka kemiskinan di Jember turun drastis dibanding 2 tahun lalu.

"Alhamdulillah, Hari Santri di tahun 2026 terasa lebih istimewa karena pada tahun ini kita Kabupaten Jember mendapatkan hadiah di Hari Santri, yaitu adalah penurunan angka kemiskinan terbesar di Jawa Timur adalah di Kabupaten Jember," kata Gus Fawait kepada detikJatim, Kamis (22/10/2026).

Gus Fawait menyebut angka kemiskinan di Jember turun berkat kerja keras warga dan berbagai program kerakyatan dari pemerintah pusat hingga daerah diaplikasikan dengan baik di Jember.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini prestasi bagi Kabupaten Jember, prestasi bagi seluruh elemen Kabupaten Jember dan seluruh masyarakat di Kabupaten Jember," jelasnya.

"Penghargaan adalah sebuah vitamin bagi kita, tapi penghargaan akan sangat lebih sempurna ketika penurunan kemiskinan di Jember bisa turun sebesar tahun 2026," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jember pada Maret 2026 mengalami penurunan sebanyak 15,99 ribu jiwa. Angka ini menempatkan Jember sebagai daerah dengan penurunan jumlah penduduk miskin terbesar di antara 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Jika pada Maret 2025 total warga prasejahtera di Jember masih menyentuh 216,76 ribu jiwa, maka setahun berselang (Maret 2026) turun menjadi 200,77 ribu jiwa. Pergeseran posisi turut terjadi. Peringkat jumlah penduduk miskin terbanyak di Jawa Timur yang sebelumnya diduduki Jember di urutan kedua (di bawah Kabupaten Malang), kini bergeser ke peringkat ketiga di bawah Kabupaten Malang (233,80 ribu jiwa) dan Kabupaten Sampang (202,59 ribu jiwa).

Dari sisi proporsi, tingkat kemiskinan Jember menyentuh angka 8,00 persen pada Maret 2026. Capaian ini merupakan rekor terendah dalam kurun waktu satu dekade terakhir, mengingat pada 2017 angka kemiskinan di wilayah ini sempat berada di level 11,00 persen. Menariknya lagi, persentase tersebut berhasil melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026 yang dipatok pada angka 8,36perssn, dengan selisih lebih baik 0,36 poin persentase.

Capaian tersebut juga membuat posisi Jember berada di bawah rata-rata tingkat kemiskinan Provinsi Jawa Timur yang tercatat sebesar 9,06 persen (selisih 1,06 poin). Bahkan, persentase kemiskinan Jember kini sedikit lebih baik dibanding angka nasional yang berada di level 8,07 persen.

Selain kuantitas yang menurun, karakteristik kemiskinan di Jember menunjukkan tren yang lebih positif. Hal ini tercermin dari Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) yang berada di angka 0,71, jauh lebih rendah 41 persen dari rata-rata Jawa Timur (1,21) dan 44 persen di bawah angka nasional (1,27).

Begitu pula dengan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Jember yang tercatat sebesar 0,10. Angka ini terpangkas hingga 58 perssn dibanding rata-rata Jawa Timur (0,24) dan 66 persen di bawah angka nasional (0,29). Secara sederhana, kondisi ini mengindikasikan bahwa rata-rata masyarakat miskin di Jember posisi ekonominya berada relatif dekat dengan garis kemiskinan, serta memiliki tingkat ketimpangan antarmasyarakat miskin yang lebih sempit. Kondisi ini dinilai sangat potensial untuk mempercepat proses pengentasan lewat intervensi kebijakan yang tepat sasaran.

Dalam lingkup regional kawasan Sekar Kijang (yang meliputi Jember, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo), Jember keluar sebagai yang tercepat dalam menekan angka kemiskinan. Total pengurangan penduduk miskin di lima wilayah tersebut terkalkulasi sekitar 32,00 ribu jiwa, di mana Jember menyumbang separuh dari total penurunan regional tersebut.

Dalam rangka Hari Santri 2026, Gus Fawait juga menyebut Pemkab Jember terus berkomitmen memberikan beasiswa kepada para santri di Jember untuk melanjutkan sekolah hingga jenjang paling tinggi.

"Kemudian yang kedua, kami juga memberikan kado Hari Santri, yaitu adalah Kabupaten Jember adalah kabupaten yang memberikan beasiswa terbanyak se-Indonesia kepada putra-putri Kabupaten Jember untuk bisa kuliah di seluruh kampus di seluruh Indonesia dan termasuk di dalamnya ada kategori untuk santri," jelasnya.

"Dari Jember, kami mengucapkan selamat Hari Santri untuk seluruh santri di Jember dan seluruh santri di seluruh Indonesia, bahkan seluruh dunia," tandasnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads