KAI Hadirkan Pengobatan Gratis dan Perpustakaan Keliling di Banyuwangi

KAI Hadirkan Pengobatan Gratis dan Perpustakaan Keliling di Banyuwangi

Eka Rimawati - detikJatim
Kamis, 22 Okt 2026 19:30 WIB
150 warga sepanjang jalur kereta di Banyuwangi mendapatkan layanan kesehatan kereta api di stasiun Singojuruh Banyuwangi.
150 warga sepanjang jalur kereta di Banyuwangi mendapatkan layanan kesehatan kereta api di stasiun Singojuruh Banyuwangi.(Foto: Eka Rima/detikJatim)
Banyuwangi -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan layanan kesehatan gratis dan perpustakaan keliling melalui Rail Clinic dan Rail Library di Stasiun Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (22/10/2026). Program ini menyasar masyarakat di sepanjang jalur kereta api untuk mendekatkan akses kesehatan, literasi, dan edukasi keselamatan.

Kegiatan yang digelar KAI Daerah Operasi (Daop) 9 Jember tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam rangka memperingati HUT ke-81 KAI. Layanan pengobatan gratis ditargetkan menjangkau 150 warga setempat.

Selain pengobatan, KAI menyalurkan 67 kacamata gratis bagi siswa dari tiga sekolah dan empat kursi roda bagi warga kurang mampu. Kegiatan ini juga diisi penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi kesehatan gigi bagi 40 siswa, serta sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Layanan kesehatan tersebut didukung 27 tenaga kesehatan dan personel pendukung. Tim terdiri dari dua dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), empat dokter umum, dua dokter gigi, empat bidan, dua apoteker, tujuh perawat, dua tenaga optik, dua pustakawan, serta empat analis laboratorium.

Jenis pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, gigi, kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan mata, pemeriksaan laboratorium sederhana, hingga konseling kesehatan.

ADVERTISEMENT

Deputy Daop 9 Jember Dwi Sulistiyono mengatakan, kehadiran Rail Clinic dan Rail Library di Banyuwangi menjadi upaya KAI memperluas manfaat perusahaan di luar layanan transportasi.

"Kereta api selama ini menghubungkan masyarakat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Melalui Rail Clinic dan Rail Library, kami ingin memperluas manfaat kehadiran KAI dengan mendekatkan layanan kesehatan, literasi, dan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi anak-anak," ujar Dwi, Kamis (22/10/2026).

Tak hanya kesehatan, KAI juga menghadirkan fasilitas literasi melalui Rail Library. Kereta perpustakaan ini menyediakan ratusan koleksi buku fisik serta e-Library berbasis layar sentuh yang terhubung dengan internet untuk mengakses bacaan digital dan video edukatif.

Bantuan kacamata gratis diberikan kepada 67 siswa dari tiga sekolah. Rinciannya, 18 siswa SDN Singojuruh 01, 10 siswa SDN Singojuruh 02, dan 39 siswa SMPN Singojuruh 01. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kenyamanan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyambut positif layanan sosial berbasis kereta tersebut. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi I Komang Sudira Atmaja menilai program KAI menjadi bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Terkait dengan layanan ini, kami sangat menyambut baik bahwa ini adalah salah satu bentuk kolaborasi yang sangat-sangat positif. KAI selalu melakukan hal-hal inovasi yang terbaru. Beberapa layanan kemarin terakhir uji coba layanan kereta logistik, sekarang ada layanan terkait dengan kesehatan dan perpustakaan. Ini bentuk lain dari transportasi yang diberikan layanan utama dari KAI," ungkap Komang.

Komang berharap cakupan dan durasi program tanggung jawab sosial perusahaan tersebut dapat ditingkatkan pada tahun mendatang. Dengan begitu, semakin banyak warga di sekitar jalur kereta api yang bisa merasakan manfaatnya.

"Sehingga CSR dari KAI ini harus kita tingkatkan. Kami memohon tahun depan supaya ada peningkatan hari maupun jumlah layanannya. Sehingga tidak hanya satu hari, tapi bisa dua hari. Kemudian layanan masyarakatnya tidak 200, bisa sampai nanti bisa 500 atau mungkin lebih. Sehingga masyarakat yang ada di sekitar jalur kereta api akan merasakan manfaatnya, sehingga mereka akan mampu untuk menerima hal-hal yang positif untuk keamanan, keselamatan layanan kereta api di sekitar jalur kereta api," tambah Komang.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads