Rail Clinic Hadir di Gresik, 250 Warga Cek Kesehatan hingga USG Gratis

Rail Clinic Hadir di Gresik, 250 Warga Cek Kesehatan hingga USG Gratis

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Selasa, 08 Sep 2026 18:15 WIB
Rail Clinic di Gresik
Rail Clinic di Gresik/Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim
Surabaya -

PT KAI Daop 8 Surabaya menghadirkan Rail Clinic di Stasiun Cerme, Gresik. Sebanyak 250 warga dan siswa sekolah dasar memanfaatkan layanan kesehatan gratis, mulai dari pemeriksaan umum, gigi, mata, hingga pemeriksaan kehamilan dan USG.

Kegiatan yang digelar Selasa (8/9/2026) itu juga menyediakan layanan laboratorium dan obat-obatan gratis bagi masyarakat. Selain layanan kesehatan, KAI menghadirkan Rail Library yang menyediakan ratusan koleksi buku serta fasilitas literasi digital bagi anak-anak.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 KAI yang jatuh pada 28 September 2026. Program tersebut sekaligus merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) KAI untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, KAI ingin kehadiran perusahaan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Tidak hanya melalui layanan transportasi kereta api, tetapi juga lewat berbagai program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Dalam rangka memperingati HUT ke-81 KAI, kami menghadirkan Rail Clinic dan Rail Library di Stasiun Cerme. Kegiatan ini merupakan bagian dari TJSL KAI untuk memperluas akses layanan kesehatan dasar sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya upaya preventif," kata Mahendro, Selasa (8/9/2026).

Mahendro menambahkan Rail Clinic merupakan kereta dengan kesehatan yang memberikan akses pelayanan medis gratis kepada masyarakat. Warga dapat memanfaatkan berbagai layanan kesehatan saat kereta tersebut singgah di Stasiun Cerme.

"Layanan yang tersedia cukup lengkap, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, gigi, kebidanan dan USG, laboratorium, pemeriksaan mata, hingga pemberian obat-obatan. Kita juga menghadirkan tenaga kesehatan dari berbagai bidang untuk mendukung pelayanan tersebut," tambahnya.

Mahendro menjelaskan dalam Rail Clinic, terdapat dua dokter umum, dua dokter gigi, 10 paramedis, dua apoteker, dua analis, serta dua refraksionis optisien yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Tenaga kesehatan tersebut memastikan warga mendapatkan pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Terutama warga yang rumahnya dekat dengan rel kereta api," jelasnya.

Mahendro menuturkan, Rail Clinic tidak hanya berfokus pada pemeriksaan dan pengobatan. Kereta dengan 6 gerbong itu, tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit, serta keselamatan di sekitar jalur kereta api

"Kita juga menyalurkan sejumlah bantuan untuk mendukung kesehatan dan aktivitas para siswa. Sebanyak 50 kacamata diberikan kepada murid SD Negeri 45 Gresik dan SD Negeri Kambingan Cerme," tuturnya.

Selain itu, lanjut Mahendro, KAI juga membagikan 50 paket oral hygiene, 50 tas sekolah beserta alat tulis, serta peralatan olahraga bagi sekolah dasar yang mengikuti kegiatan. Sebanyak 15 paket gizi juga diberikan kepada ibu hamil.

"Melalui Rail Clinic, kami tidak hanya memberikan pengobatan ketika masyarakat membutuhkan, tetapi juga mengedepankan edukasi dan pencegahan. Kami berharap masyarakat semakin sadar untuk menjaga kesehatan sejak dini dan memahami pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta api," ujarnya.

Di tengah layanan kesehatan, Stasiun Cerme juga menjadi ruang belajar bagi anak-anak melalui kehadiran Rail Library.
Rail Library juga dilengkapi fasilitas e-Library berupa monitor layar sentuh yang menyediakan koleksi bacaan digital dan video edukatif. Fasilitas tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dengan memanfaatkan teknologi digital.

"Kesehatan jasmani dan kecerdasan merupakan bekal penting bagi generasi penerus. Karena itu, kami menghadirkan Rail Library bersamaan dengan Rail Clinic. Harapannya, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat dari sisi kesehatan, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang dapat menumbuhkan minat baca dan memperluas wawasan," tutur Mahendro.

KAI Daop 8 Surabaya menyatakan akan terus memperkuat program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program tersebut tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan, tetapi juga peningkatan kualitas hidup, edukasi, dan upaya mendorong kemandirian masyarakat.

"Kami ingin keberadaan KAI memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sepanjang jalur kereta api. Melalui Rail Clinic, Rail Library, dan berbagai program lainnya, kami ingin memastikan bahwa perjalanan kereta api tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga membawa misi kesehatan, pengetahuan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads