Ratusan Pelajar Muhammadiyah di Surabaya Gelar Salat Minta Hujan

Ratusan Pelajar Muhammadiyah di Surabaya Gelar Salat Minta Hujan

Rizki Setyo Samudero - detikJatim
Kamis, 22 Okt 2026 14:00 WIB
Ratusan pelajar Muhammadiyah di Karangpilang menggelar salat istisqo di halaman SMA Muhammadiyah 4 Surabaya, Kamis (22/10/2026).
ratusan pelajar Muhammadiyah di Karangpilang menggelar salat istisqo' di halaman SMA Muhammadiyah 4 Surabaya, Kamis (22/10/2026)/Foto: Rizki Setyo Samudero/detikJatim
Surabaya -

Ratusan pelajar dari SMP Muhammadiyah 6 Surabaya dan SMA Muhammadiyah 4 Surabaya menggelar salat istisqa' di halaman sekolah di Karangpilang, Surabaya, Kamis (22/10/2026). Selain pelajar, warga Muhammadiyah di sekitar juga turut mengikuti salat istisqa'.

Salat tersebut bertujuan untuk meminta hujan di tengah kondisi Surabaya yang suhu udaranya mencapai 36-39 derajat celsius.

Hal ini juga sesuai instruksi dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur agar seluruh amal usahanya menggelar salat istisqa' serentak pada hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam khutbahnya, Kepala SMA Muhammadiyah 4, Ali Fauzi menyampaikan, salah satu masalah dalam kehidupan adalah udara panas dan tidak segeranya turun hujan.

ADVERTISEMENT

"Masih banyak ujian-ujian kehidupan dalam bentuk yang lain yang diberikan Allah SWT. Sebagai orang beriman tentu kita hendaknya muhasabah diri," kata Ali.

Ia mengingatkan kepada seluruh siswanya agar menghadapi ujian tersebut tidak dengan kemarahan, jengkel, mengumpat hingga menggerutu.

"Dalam surat Nuh ayat 10-11 kita diajarkan untuk memperbanyak istighfar meminta ampunan kepada Allah maka akan diturunkan rizqi dari langit, dikeluarkan dari bumi dan laut serta sungai," ucap Ali.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 6, Husein M Fahri menyampaikan, para siswa tampak antusias mengikuti salat istisqa'.

"Keterlibatan aktif mereka dalam salat istisqa' menunjukkan bahwa nilai-nilai keimanan, kepedulian, dan ketakwaan telah tertanam kuat," ungkap Husein.

Husein mengajak para siswa agar meneladani kesabaran dan keteguhan Nabi Nuh dalam menghadapi cobaan, termasuk kondisi panas dan kemarau berkepanjangan ini.

"Semangat pantang menyerah dan ketakwaan inilah yang menjadi esensi utama dari jiwa seorang santri," tandasnya.



(rss/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads