Kebakaran melanda lahan di kawasan Lebak Tumpang, Kota Kediri, Sabtu (26/9) sore. Api membakar lahan seluas sekitar 834,42 meter persegi dan baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Ariyanto, mengatakan kejadian tersebut pertama kali dilaporkan masyarakat kepada Pusdalops PB BPBD Kota Kediri sekitar pukul 15.33 WIB.
"Setelah menerima laporan, Pusdalops PB berkoordinasi dengan Damkar Kota Kediri dan melakukan penanganan di lokasi kejadian," kata Joko kepada detikJatim, Sabtu (26/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil asesmen petugas di lapangan, kebakaran terjadi di area sebelah barat TPA 2 dan meluas hingga sekitar 100 meter di belakang salah satu cafe.
Joko menyebut, berdasarkan informasi awal di lokasi, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh warga yang tidak dilakukan dengan pengawasan memadai.
"Diduga akibat pembakaran sampah tanpa pengawasan," ujarnya.
Petugas Damkar Kota Kediri bersama URC BPBD Kota Kediri langsung melakukan pemadaman. Penanganan juga mendapat dukungan dari petugas TPA/DLHKP serta Wana Rescue Indonesia.
Sebanyak dua unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani api. Dalam proses pemadaman, satu unit kendaraan pemadam sempat mengalami kondisi terpelosok di lokasi kejadian.
Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 18.00 WIB. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Kerugian material akibat kebakaran lahan ini diperkirakan mencapai sekitar Rp3 juta berdasarkan data Damkar Kota Kediri.
Meski api telah padam, petugas masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Joko mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama selama musim kemarau. Aktivitas pembakaran sampah di lahan terbuka juga diminta tidak dilakukan sembarangan.
"Meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pembakaran sampah, khususnya di lahan terbuka dan area yang memiliki vegetasi kering," pungkasnya.
