Alumni UNAIR Ninik Ira, dari Dokter Gigi, Sekda hingga Pimpin RSU Amanah

Alumni UNAIR Ninik Ira, dari Dokter Gigi, Sekda hingga Pimpin RSU Amanah

Annisa Sekar Melati - detikJatim
Rabu, 21 Okt 2026 14:18 WIB
Alumni UNAIR Ninik Ira, dari Dokter Gigi, Sekda hingga Pimpin RSU Amanah
drg Ninik Ira Wibawati MQIH. Foto: UNAIR
Jakarta -

Berawal dari profesi dokter gigi, drg. Ninik Ira Wibawati, MQIH, menapaki perjalanan karier hingga menduduki posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Probolinggo. Alumni Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) ini pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan hingga Sekda Kota Probolinggo periode 2019-2025. Kini, pada 2026, ia kembali ke dunia pelayanan kesehatan sebagai Direktur RSU Amanah.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana latar belakang pendidikan kedokteran gigi dapat menjadi bekal untuk mengemban tanggung jawab di berbagai bidang. Bagi Ninik, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pelayanan klinis, tetapi juga melalui pengelolaan sistem kesehatan, perumusan kebijakan, dan kepemimpinan organisasi.

Ninik menyelesaikan pendidikan kedokteran gigi di UNAIR pada 1990. Ia kemudian memperdalam kompetensi manajerial melalui pendidikan Master Quality Improvement in Health Care di University of Newcastle, New South Wales, Australia, pada 1999. Bekal akademik tersebut turut membentuk perjalanan profesionalnya di sektor kesehatan maupun pemerintahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari Dokter Gigi ke Pucuk Pemerintahan

Mengawali perjalanan profesional di bidang kesehatan, Ninik menyadari bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat membutuhkan pendekatan yang lebih luas daripada pelayanan langsung kepada pasien. Menurutnya, pemahaman mengenai tata kelola sistem kesehatan, pengembangan sumber daya manusia, dan efektivitas organisasi juga memiliki peran penting.

ADVERTISEMENT

"Kita tidak cukup hanya bekerja pada level pelayanan klinis. Kita juga perlu memahami bagaimana sistem kesehatan dikelola, bagaimana kebijakan dibuat, bagaimana sumber daya manusia dikembangkan, serta bagaimana organisasi dapat berjalan secara efektif," ujarnya.

Pemahaman tersebut semakin berkembang ketika Ninik dipercaya menjadi Kepala Dinas Kesehatan. Dalam jabatan itu, ia menghadapi berbagai persoalan kesehatan masyarakat, mulai dari pemerataan akses pelayanan, ketersediaan tenaga kesehatan dan sarana prasarana, hingga kebutuhan koordinasi lintas sektor.

Bagi Ninik, keberhasilan program kesehatan tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana program tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pemimpin Lintas Sektor

Tanggung jawab Ninik semakin luas ketika dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Probolinggo pada periode 2019-2025. Posisi tersebut menuntutnya memahami berbagai urusan pemerintahan di luar sektor kesehatan, termasuk pelayanan publik, pembangunan, administrasi, keuangan, serta koordinasi antarperangkat daerah.

Meski memasuki lingkup kerja yang lebih luas, Ninik menilai pendidikan kedokteran gigi tetap memberikan fondasi penting dalam menjalankan kepemimpinan. Kebiasaan menganalisis persoalan, mempertimbangkan risiko, dan mengambil keputusan secara hati-hati menjadi keterampilan yang relevan dalam mengelola organisasi pemerintahan.

"Seorang pemimpin tidak harus menjadi ahli dalam semua bidang, tetapi harus mampu memahami persoalan, mendengarkan masukan dari orang-orang yang kompeten, membangun koordinasi, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab," jelasnya.

Menurut Ninik, kepemimpinan bukan sekadar persoalan kewenangan atau kedudukan. Lebih dari itu, seorang pemimpin perlu mampu mengoptimalkan potensi setiap individu untuk mencapai tujuan bersama. Karena itu, komunikasi, integritas, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar menjadi prinsip yang terus ia pegang.

Kembali ke Akar Pengabdian

Setelah menyelesaikan masa tugas sebagai Sekda Kota Probolinggo, Ninik kembali menekuni sektor kesehatan. Pada 2026, ia dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai Direktur RSU Amanah.

Kembalinya Ninik ke lingkungan rumah sakit menjadi kelanjutan perjalanan pengabdiannya setelah memperoleh pengalaman panjang dalam pengelolaan sektor kesehatan dan pemerintahan. Melalui tanggung jawab barunya, ia ingin membangun rumah sakit yang tidak hanya berkembang dari segi fasilitas, tetapi juga semakin memperoleh kepercayaan masyarakat.

Mutu Layanan Jadi Prioritas

Sebagai Direktur RSU Amanah, Ninik menaruh perhatian pada peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Upaya tersebut juga mencakup pengembangan kompetensi tenaga kesehatan, pembentukan budaya kerja profesional, serta pengembangan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain aspek pelayanan, tata kelola rumah sakit yang transparan, efektif, dan berbasis data menjadi bagian dari perhatian Ninik dalam menjalankan tanggung jawabnya.

"Rumah sakit yang baik tidak hanya ditentukan oleh gedung dan peralatan, tetapi juga oleh kualitas orang-orang yang bekerja di dalamnya," tutur Ninik.

Baginya, kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan rumah sakit. Karena itu, penguatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kesehatan perlu berjalan seiring dengan pengembangan fasilitas serta tata kelola organisasi.

Menyalakan Jiwa Kepemimpinan Muda

Di tengah kiprahnya di sektor kesehatan dan pemerintahan, Ninik juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Pada 2026, ia dipercaya menjadi Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Probolinggo.

Melalui peran tersebut, Ninik ingin mendorong Pramuka menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda. Ia memandang kegiatan kepramukaan tidak hanya sebagai aktivitas ekstrakurikuler, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran untuk menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, serta kepedulian sosial dan lingkungan.

"Pramuka merupakan wadah untuk membentuk karakter generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan," ujarnya.

Pramuka di Era Digital

Ninik turut mendorong pengembangan kegiatan Pramuka agar mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan dan kreativitas, sekaligus memanfaatkan teknologi secara positif.

Penguatan karakter dan kepemimpinan yang berintegritas menjadi bagian dari perhatiannya dalam pengembangan pendidikan kepramukaan. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat agar kegiatan Pramuka dapat memberikan dampak nyata bagi anak-anak dan lingkungan sekitarnya.

Kepemimpinan Berakar dari UNAIR

Perjalanan Ninik dari profesi dokter gigi, Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, hingga Direktur RSU Amanah menunjukkan luasnya ruang pengabdian yang dapat ditempuh alumni kedokteran gigi.

Baginya, nilai-nilai yang terbentuk selama menempuh pendidikan kedokteran gigi tetap relevan dalam setiap tanggung jawab yang diemban. Disiplin, ketelitian, tanggung jawab, integritas, dan kepedulian terhadap orang lain menjadi fondasi yang menyertai perjalanan profesionalnya.

Ninik juga meyakini bahwa kemampuan memimpin diri sendiri merupakan dasar sebelum seseorang menerima tanggung jawab kepemimpinan yang lebih besar.

Kini, dengan pengalaman di bidang kesehatan dan pemerintahan, alumni FKG UNAIR tersebut melanjutkan pengabdiannya melalui kepemimpinan di RSU Amanah. Ia berupaya menghadirkan pelayanan rumah sakit yang aman, bermutu, dan manusiawi, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.



(ega/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads