Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo masih menjadi perhatian. Kondisi cuaca yang kering disertai angin kencang meningkatkan risiko api kembali menyala dan meluas apabila penanganan tidak dilakukan secara optimal.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Maret 2027.
Oemar menekankan bahwa masyarakat perlu berhati-hati dalam menangani sampah maupun sumber api di lingkungan sekitar. Pembakaran sampah secara sembarangan berisiko memicu kebakaran, terlebih ketika kondisi vegetasi mengering dan angin bertiup kencang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam musim kemarau yang sangat kering ini, ditambah angin yang masih kencang, masyarakat harus benar-benar berhati-hati. Bara api yang terlihat sudah mati masih bisa menyala kembali dan menyebabkan kebakaran yang lebih luas," ujar Oemar, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, bara api yang tersisa setelah pembakaran dapat kembali menyala ketika tertiup angin. Kondisi tersebut berpotensi memicu api baru, terutama di kawasan yang dipenuhi rumput kering, semak belukar, maupun vegetasi yang mudah terbakar.
Karena itu, masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan tidak ada bara api yang tertinggal setelah melakukan aktivitas yang melibatkan api. Warga juga diharapkan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api di sekitar permukiman maupun kawasan hutan.
Karhutla di kawasan Gunung Bromo menjadi perhatian karena kondisi cuaca kering dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api. Upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari masyarakat, petugas kebencanaan, hingga instansi terkait.
BPBD Kabupaten Probolinggo mengingatkan bahwa langkah sederhana, seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membakar sampah di area terbuka, dapat membantu mengurangi risiko kebakaran.
Masyarakat yang mengetahui adanya kebakaran diharapkan segera melapor kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas dan mengancam lingkungan di sekitarnya.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, risiko kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo diharapkan dapat ditekan, terutama selama periode cuaca kering dan berangin.
