Daihatsu Xenia berwarna putih mengalami kecelakaan tunggal di Desa Karanglo Lor, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026) pagi. Mobil tersebut menabrak tiang penyangga WiFi sebelum terjun ke sungai di tepi jalan provinsi penghubung Ponorogo-Wonogiri.
Akibat kejadian itu, mobil mengalami kerusakan parah. Bagian depan, kaca, hingga atap kendaraan ringsek. Atap mobil hancur setelah tersangkut pohon mangga di sekitar lokasi kejadian.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB itu sempat mengagetkan warga. Benturan keras terdengar saat mobil yang melaju dari arah Wonogiri menuju Ponorogo tersebut keluar jalur dan terjun ke sungai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang warga, Mulyono mengatakan, mobil melaju cukup kencang sebelum menabrak tiang penyangga WiFi. Setelah benturan itu, kendaraan terpental hingga masuk ke sungai.
"Awalnya nabrak tiang ini, terus habis nabrak langsung ke sana, terbang saking kencangnya. Tidak ada kendaraan lain, kemungkinan karena ngantuk," kata Mulyono di lokasi kejadian, Selasa (20/10/2026).
Sopir bernama Gareng, warga Kecamatan Jetis, Ponorogo, dievakuasi warga dalam kondisi sadar. Namun, korban mengalami sesak napas dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Menurut keterangan warga, Gareng baru menempuh perjalanan dari Bali. Setelah mengantar temannya ke wilayah Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, sopir tersebut melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Ponorogo.
Warga lainnya, Sujiati, mengaku mendengar suara benturan yang sangat keras ketika minibus terjun ke sungai. Suara tersebut membuat warga sekitar mengetahui adanya kecelakaan.
"Tadi dari Bali, terus antar temannya di Sumoroto, kemudian kembali. Suara saat jatuh keras banget, seperti bunyi 'dhuwar'," ujar Sujiati.
Sujiati menyebut kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sopir diduga mengantuk setelah menempuh perjalanan jauh.
Warga menilai ruas jalan di lokasi kejadian perlu diwaspadai pengendara. Kondisi jalan yang relatif lebar, lurus, dan mulus dinilai dapat membuat pengemudi memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi hingga berisiko kehilangan kendali.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab pasti kecelakaan tersebut. Dugaan pengemudi mengantuk masih berdasarkan keterangan warga dan informasi awal di lokasi kejadian.
