Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam 2026-2031

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam 2026-2031

Aprilia Devi - detikJatim
Senin, 19 Okt 2026 23:07 WIB
Ferry Juliantono terpilih menjadi Presiden Syarikat Islam 2026-2031
Ferry Juliantono terpilih menjadi Presiden Syarikat Islam 2026-2031 (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Ferry Juliantono terpilih menjadi Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI) periode 2026-2031. Ferry menggantikan Hamdan Zoelva yang kini ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pusat SI.

Ferry terpilih dalam Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Surabaya, Senin (19/10/2026). Usai terpilih, Ferry menegaskan akan melanjutkan program pemberdayaan ekonomi umat.

Ferry mengatakan kepemimpinan SI selama lima tahun ke depan akan diarahkan untuk memperkuat dakwah ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga berkomitmen melanjutkan program yang telah dijalankan selama satu dekade kepemimpinan Hamdan Zoelva, dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas pelaksanaannya.

"Saya mengajak semua untuk berkhidmat agar lebih bersemangat lagi bahu-membahu menguatkan barisan melalui amal-amal nyata dalam memberdayakan Dakwah Ekonomi," kata Ferry di Asrama Haji Surabaya lokasi Kongres, Senin (19/10/2026) malam.

ADVERTISEMENT

Salah satu langkah yang menjadi perhatian Ferry adalah mengaktifkan seluruh cabang SI. Pria yang menjabat sebagai Menteri Koperasi itu berkomitmmen untuk membebaskan jeratan pinjaman ilegal.

"Kami akan aktifkan seluruh cabang untuk membebaskan masyarakat dari jeratan pinjaman ilegal, memberikan bantuan pangan, serta menyelesaikan masalah warga yang miskin," tegasnya.

Misi dakwah ekonomi akan terus dilanjutkan dan dioptimalkan. Hal tersebut juga sejalan dengan program strategis nasional yaitu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Selain itu, menurutnya, pelibatan kader dan anggota SI di berbagai daerah juga dapat mendukung pelaksanaan program tersebut.

"Konsep hadirnya SI ini bukan sekadar mengurus perdagangan, melainkan pemaknaan ulang tentang keadilan, keberkahan, dan solidaritas dalam menghadapi kapitalisme kolonial. Dengan kata lain, SI memperkenalkan logika baru yaitu ekonomi sebagai wahana dakwah sekaligus instrumen nasionalisme," imbuhnya.

Ferry mengakui kepemimpinan SI ke depan memiliki tantangan tersendiri. Namun, ia optimistis berbagai program organisasi dapat dijalankan dengan dukungan kader dan anggota di seluruh Indonesia.

Ke depan, di bawah kepemimpinan Ferry diharapkan membawa Sl semakin aktif menggerakkan dakwah ekonomi sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.

Gerakan koperasi, kewirausahaan umat, ekonomi syariah, serta kolaborasi dengan berbagai organisasi akan menjadi bagian dari upaya SI mendorong kesejahteraan dan kemandirian ekonomi umat.

Ia juga meminta anggota SI memberikan masukan apabila kebijakan maupun langkah yang diambilnya dinilai menyimpang dari kaidah organisasi.

"Saya apa adanya, maka ingatkan saya ketika saya salah atau keliru. Mari bersama-sama kita bangun pergerakan kebangsaan yang menjadi modal besar kehidupan masyarakat bangsa Indonesia ini dengan sebaik-baiknya dengan cara pandang yang khas milik kita berlandaskan sebersih-bersih Tauhid, ilmu pengetahuan, dan siyasah," pungkasnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads