5 Hewan Endemik di Jawa Timur yang Terancam Punah

5 Hewan Endemik di Jawa Timur yang Terancam Punah

Myesha Fatina Rachman - detikJatim
Senin, 19 Okt 2026 20:30 WIB
Banteng jawa (Bos javanicus)
Banteng Jawa (Bos javanicus). Foto: Dok Laman Taman Nasional Meru Betiri
Surabaya -

Jawa Timur menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati. Berbagai satwa liar hidup di kawasan hutan dan konservasi, mulai dari mamalia besar hingga burung pemangsa.

Namun, keberadaan sejumlah satwa tersebut menghadapi tantangan, seperti kerusakan habitat, perburuan, dan terbatasnya populasi di alam. Beberapa di antaranya merupakan satwa endemik Pulau Jawa.

Sedangkan lainnya memiliki persebaran yang lebih terbatas, seperti rusa Bawean yang hanya ditemukan secara alami di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Upaya pemantauan dan perlindungan habitat menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan hidup satwa-satwa tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hewan Endemik di Jawa Timur

Sejumlah satwa di Jawa Timur memiliki persebaran terbatas dan status konservasi yang perlu diperhatikan. Beberapa di antaranya bahkan hanya ditemukan secara alami di wilayah tertentu. Lantas, apa saja satwa tersebut? Berikut lima hewan yang menarik untuk diketahui.

1. Rusa Bawean

Dilansir dari laman Kementerian Kehutanan Direktorat Jenderal KSDAE, rusa Bawean (Axis kuhlii) merupakan satwa endemik Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Satwa ini memiliki wilayah persebaran alami yang sangat terbatas sehingga kelestarian habitatnya menjadi faktor penting bagi keberlangsungan populasi.

ADVERTISEMENT

Upaya perlindungan rusa Bawean terus dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim). Salah satunya melalui kegiatan koordinasi, pembinaan, dan verifikasi lapangan terhadap rencana penangkaran di kawasan objek wisata PT Bawean Mombhul Inci Wisata.

Penangkaran yang dikelola secara bertanggung jawab dapat mendukung upaya konservasi sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Mengingat persebaran alaminya terbatas, perlindungan rusa Bawean menjadi bagian penting dalam menjaga kekayaan fauna khas Jawa Timur.

2. Banteng Jawa

Mengutip jurnal "Banteng Jawa: Bioekologi, Genetik, dan Upaya Pelestariannya", banteng Jawa (Bos javanicus javanicus) merupakan mamalia besar dari keluarga Bovidae yang masih dapat ditemukan di sejumlah kawasan konservasi di Pulau Jawa.

Satwa herbivor ini memiliki tubuh kekar dengan tanduk pada individu dewasa. Banteng jantan umumnya berwarna lebih gelap dibandingkan betina. Banteng hidup berkelompok dan memanfaatkan berbagai tipe habitat, termasuk hutan sekunder yang berdekatan dengan padang rumput.

Makanannya terdiri atas rumput dan dedaunan. Selain menjadi bagian dari rantai makanan, banteng juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan melalui sisa makanannya.

Di Jawa Timur, banteng dapat dijumpai di kawasan konservasi, seperti Taman Nasional Alas Purwo dan Taman Nasional Meru Betiri. Padang Penggembalaan Sadengan di Alas Purwo, misalnya, menjadi salah satu lokasi untuk mengamati aktivitas banteng di habitat alaminya.

3. Macan Tutul Jawa

Macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) merupakan kucing besar endemik Pulau Jawa yang berperan sebagai predator puncak dalam ekosistem. Satwa ini memiliki pola tutul pada tubuhnya, meskipun terdapat pula individu berwarna hitam yang dikenal sebagai macan kumbang.

Keberadaan macan tutul sangat berkaitan dengan kondisi habitat dan ketersediaan mangsa. Sebagai predator, satwa ini membantu menjaga keseimbangan ekosistem melalui perannya dalam mengendalikan populasi hewan lain.

Ancaman fragmentasi habitat, perburuan, dan konflik dengan manusia menjadi tantangan bagi kelangsungan hidup macan tutul Jawa. Oleh karena itu, perlindungan hutan dan pemantauan populasi diperlukan agar satwa ini tetap memiliki ruang hidup yang memadai.

4. Lutung Jawa

Mengutip Kementerian Kehutanan Direktorat Jenderal KSDAE, lutung Jawa (Trachypithecus auratus) merupakan primata endemik Pulau Jawa yang hidup di kawasan hutan. Satwa ini dikenal dengan tubuh berwarna gelap dan kebiasaannya beraktivitas di pepohonan.

Makanannya didominasi daun, terutama daun muda dan pucuk, serta buah dan bagian tumbuhan lainnya. Di Jawa Timur, salah satu habitat penting lutung Jawa berada di Cagar Alam Pulau Sempu, Kabupaten Malang.

Kawasan konservasi seluas 969,88 hektare ini memiliki beragam ekosistem, mulai dari hutan tropis dataran rendah hingga hutan mangrove dan hutan pantai.

Lutung Jawa memiliki peran ekologis, salah satunya membantu penyebaran biji tumbuhan melalui aktivitas makan. Pergerakannya di antara pepohonan juga memperlihatkan ketergantungan satwa ini terhadap kondisi tajuk hutan yang saling terhubung.

5. Elang Jawa

Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) merupakan burung pemangsa endemik Pulau Jawa yang dikenal dengan jambul khas di bagian kepalanya. Satwa ini menempati posisi penting dalam ekosistem karena membantu mengendalikan populasi hewan yang menjadi mangsanya.

Di Jawa Timur, kawasan Cagar Alam Gunung Picis dan Cagar Alam Gunung Sigogor di Kabupaten Ponorogo menjadi lokasi pemantauan populasi elang Jawa. Pemantauan tersebut menjadi bahan untuk memahami persebaran elang Jawa di kawasan konservasi Ponorogo.

Namun, angka 11-13 individu masih merupakan hasil perhitungan sementara, dan tidak dapat langsung dianggap sebagai jumlah keseluruhan populasi elang Jawa di Jawa Timur.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads