Embarkasi Dhoho atau Embarkasi Kediri diproyeksikan akan melayani jemaah haji pada 2027. Para jemaah dari sejumlah Kabupaten/kota di Jawa Timur akan diberangkatkan dari Bandara Internasional Dhoho, Kediri.
"Kita sudah buat skema. Jadi Embarkasi Dhoho mudah-mudahan kita sudah siapkan jamaahnya, ada 10.600 hemaah yang kita siapkan," kata Kakanwil Kemenhaj Jatim, Mahmudi kepada wartawan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Senin (19/10/2026).
Mahmudi mengatakan, Embarkasi Dhoho akan melayani jemaah dari wilayah Kediri dan sekitarnya. Dia menjelaskan, setidaknya ada kurang lebih 15 kabupaten/kota termasuk Kediri Raya dan daerah lainnya yang akan dilayani di embarkasi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meliputi Ngawi, Magetan, Madiun, Madiun Kota, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Bojonegoro, dan Jombang. Insyaallah itu akan muncul 10.600 jamaah," jelasnya.
Ia menyebutkan, jika ditambah dengan 100 petugas haji yang bertugas, maka jemaah haji yang dilayani akan menjadi 10.700 orang yang berangkat ke Tanah Suci dari Embarkasi Dhoho pada 2027.
Ada pun berkaitan dengan mekanisme asrama untuk Embarkasi Dhoho, Kanwil Kemenhaj Jatim menurut Mahmudi juga sudah membuat skema. Terdapat hotel dan mess Gudang Garam yang bisa menjadi pilihan bagi jemaah.
"Tapi InsyaAllah kemarin sudah kami tengok mana lebih baiknya dan karena representatif kalau itu dipakai, mudah-mudahan dari pihak Gudang Garam ini kan ada mess yang kita itu pakai lebih bagus. Kemarin kami tengok ya," urainya.
"Jadi kami itu melihat kondisi mess itu sangat representatif karena dari segi keamanan, dari segi kenyamanan jamaah itu akan dapat. Tapi butuh, memang butuh satu servis-servis kecil. Insya Allah pakai di situ. Insyaallah siap kalau kalau untuk akomodasi. Insyaallah ya, Insyaallah, kalau di Kediri sudah siap," pungkasnya.
Sebelumnya, Pemkab Kediri sebenarnya telah menyerahkan sertifikat tanah seluas hampir 6 hektare kepada Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia. Aset di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Kediri yang diserahkan pada 27 Agustus 2026 itu diharapkan bermanfaat untuk mendukung pembangunan fasilitas pelayanan haji, termasuk Hotel Haji.
Penyerahan sertifikat tanah dilakukan oleh Bupati Kediri melalui Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa. Tanah yang diserahkan memiliki luasan kurang lebih 59.307 meter persegi dengan nilai mencapai Rp63,28 miliar.
"Dengan adanya rencana pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji melalui Bandara Internasional Dhoho Kediri, tentu diperlukan berbagai sarana dan prasarana pendukung agar seluruh rangkaian perjalanan jemaah dapat berlangsung dengan lebih mudah, aman, nyaman, dan tertata. Salah satu fasilitas tersebut adalah Hotel Haji," jelas Wabup Ulfa saat itu.
