Monyet Ekor Panjang Teror Warga Kota Malang

Monyet Ekor Panjang Teror Warga Kota Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 22 Mei 2026 20:22 WIB
Monyet ekor panjang berkeliaran di Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang
Monyet ekor panjang berkeliaran di Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. (Foto: Tangkapan layar)
Malang -

Seekor monyet ekor panjang berkeliaran di wilayah Kota Malang. Selain sekolah, monyet itu menjangkau pemukiman penduduk di kawasan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru.

Sebelumnya keberadaan monyet ekor panjang juga menyasar salah satu perumahan di Jalan Puncak Borobudur, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Pada Kamis (21/5/2026) kemarin, monyet ekor panjang dengan ukuran yang sama mendatangi lingkungan SD Negeri Tlogomas 2 di Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dan hari ini, monyet yang diduga sama diketahui bergelantungan depan rumah warga di Jalan MT Hariyono Gang VI, Kecamatan Lowokwaru. Adanya monyet ekor panjang itu terekam ponsel warga dan diunggah di media sosial.

"Setelah berkeliaran di Blimbing, Suhat, dan Dinoyo, monyet liar terpantau di SDN Tlogomas 2. Ia sempat makan pisang MBG sebelum kabur entah kemana," tulis unggahan di media sosial saat dilihat detikJatim, Jumat (22/5/2026).

ADVERTISEMENT

detikJatim mendatangi SD Negeri Tlogomas 2 dan pemukiman di Jalan MT Haryono Gang VI, Jumat (22/5/2026), siang. Dari pantauan di lokasi tak melihat adanya monyet ekor panjang.

"Sudah gak kelihatan lagi, pagi tadi sempat berkeliaran," ujar Agus salah satu warga yang ditemui di lokasi.

Ekolog Profauna Indonesia, Rosek Nursahid, menilai keberadaan monyet ekor panjang berkeliaran di pemukiman warga akan cukup membahayakan. Sebab satwa tersebut memiliki kemampuan adaptasi yang cukup baik dan agresif.

"Monyet ekor panjang cukup membahayakan terutama bagi anak-anak, karena dia agresif," kata Rosek dikonfirmasi terpisah.

Rosek menyakini bahwa monyet ekor panjang itu bukan berasal dari alam liar. Dia pun menduga satwa itu sebelumnya dipelihara warga.

"Yang jadi pertanyaan, apakah itu memang lepas atau dilepas. Memelihara satwa ini cukup berisiko jika semakin besar akan agresif dan membahayakan," tegasnya.

Menurut Rosek, masyarakat bisa melaporkan adanya monyet liar kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk bisa dilakukan penanganan.

"Warga bisa lapor ke BKSDA, agar bisa dilakukan penanganan dengan segera. Karena membahayakan," tandasnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads